Kemampuan untuk mengampuni merupakan salah satu aspek ketrampilan sosial (soft skill) penting yang dibutuhkan di zaman sekarang ini supaya tetap bisa berelasi dengan sesama dan berdampak dalam kehidupan dunia. Hal ini disebabkan dalam relasi dengan orang lain pengalaman “dilukai” atau “melukai” merupakan realita yang tidak terhindarkan dan bisa terjadi atau dialami oleh semua orang dan tidak memandang usia maupun kalangan atau kedudukannya. Bahkan diakui atau tidak pengalaman “dilukai” atau “melukai” oleh orang yang sama bisa terjadi berulang kali ketika merasa bahwa tindakannya biasa saja atau tidak merasa telah melukai sesamanya.







