Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

Dalam berita-berita yang dimuat baik secara online atau televise memuat bagaimana masyarakat menyikapi pandemi ini. Ada hal yang menarik karena ada sebagian yang berusaha disiplin dengan memakai masker dan jaga jarak namun ada juga yang menganggap pandemik ini hal yang “biasa” saja sehingga tidak menghiraukan protokol kesehatan; tidak pakai masker, berkerumun dll. Kita juga melihat dari siaran televisi atau media online bagaimana orang-orang berhimpit-himpitan memborong banyak barangbarang, berebut memasuki kereta atau yang baru-baru ini adalah demonstraasi besar-besaran tanpa memperdulikan protokol kesehatan. Fenomena ini memperlihatkan bahwa ditengah masyarakan masih banyak orang-orang yang bersikap tidak terlalu memperdulikan keselamatan dirinya dan orang lain. Jika protokol kesehatan yang diwajibkan untuk dilakukan sebagai jalan untuk menyelamatkan atau menolong kita, mengurangi resiko tertular dari Covid 19 ini masih sulit untuk dilakukan bagimana dengan Firman Tuhan?. Bisa jadi loh bahwa Firman Tuhan itu sekedar ingatan namun bukan untuk diberlakukan dalam keseharian atau hanya berlaku untuk orang lain bukan untuk diri sendiri. Sekalipun orang itu berasal dan dibesarkan dari keluarga Kristen, sering hadir dan berkegiatan digereja bisa jadi perilakunya tidak menjadi lebih baik. Hal ini bisa berasal dari kesalahan akan memafami Firman Tuhan.

Read more ...

Ini hanya kisah saja:

Pasangan ini baru menikah, dibeberapa bulan awal pernikahan begitu menyenangkan, mereka bisa saling bercanda dan sangat hangat serta harmonis. Namun tabiat sang suami berubah menjadi gampang marah, suka memukul dan makin lama menjadi jarang pulang karena mabuk-mabukan bersama teman-temannya dan main perempuan. Setiap suami ini marah, isteri selalu masuk ke kamar mandi, diam dan tenang. Sampailah 25 tahun pernikahan mereka, sang suami berpikir bagaimana isterinya begitu sabar menghadapi tabiatnya?. Lalu suami ini berencana untuk mengajak isterinya untuk makan malam yang romantis. Saat makan sang suami berkata kepada isterinya: maafkan aku ya sudah banyak menyusahkan dan menyakiti kamu,? Isterinya: saya sudah memaafkan kamu sebelum kamu meminta maaf pada saya, suami: namun saya penasaran bagaimana cara kamu bertahan menghadapi saya?, isteri: saya mengingat janji saya pada waktu pernikahan kita. suami: oghhhh terima kasih banyak isteriku kamu baik sekali. Suami: tapi saya ingin tahu, apa yang kamu lakukan di kamar mandi? Setiap saya marah kamu selalu masuk kamar mandi dan keluar setelah suasana tenang. Isteri: sebelumnya saya minta maaf, mohon kamu tidak marah,,? Suami: saya tidak akan marah,, kamu sudah sangat baik dan sabar bahkan selalu memaakan saya, ceritakan saja. Isteri; janji ya tidak akan marah, suami: baiklah. Isterinyapun cerita: setap kamu marah, saya selalu masuk ke kamar mandi, sampai kamu tidak ada terdengar suara amarah kamu,kamu sudah tenang. Saya lalu ambil sikat gigimu dan memakai sikat gigi itu untuk mengosok wastapel, lantai sampai bersih,,,. Suami: OGHHH,,,! 

Read more ...

Suatu ketika ada sebuah keluarga muda yang terdiri dari: ayah, ibu dan putra cilik mereka. Mereka tinggal bersama ayah dari ayah mereka. Kakek sudah tua dan selalu gemetar dan sangat lemah. Dia sering menjatuhkan segala sesuatu dan menumpahkan semuanya khususnya makanan dan minuman. Itu menyusahkan dan memalukan bagi keluarga khususnya pada waktu ada tamu. Jadi keluarga ini menyingkirkan orang tua ini sebuah sudut jauh dari meja. Mereka memberikan kakek mangkuk tanah liat sebagai tempat makanan, namun si kakek memecahkannya. Kakek terus saja menjatuhkan segala sesuatu dan membuat kekacauan. Akhirnya mantunya berbicara dengan kasar dan memindahkannya ke sudut kamar jauh dari meja makan. Si kakek akhirnya diberi wadah kayu sebagai tempat makannya.

Read more ...

Matius 21:33-46

Anakmu Bukan Milikmu

By : Kahlil Gibran
Anak adalah kehidupan,
Mereka sekedar lahir melaluimu tetapi bukan berasal darimu.
Walaupun bersamamu tetapi bukan milikmu,
Curahkan kasih sayang tetapi bukan memaksakan Pikiranmu karena mereka Dikaruniai pikiranya sendiri
Berikan rumah untuk raganya, tetapi tidak jiwanya,

Read more ...

Seorang murid lukis yang sudah menyelesaikan lukisan dengan bangga meminta masukan dan penilaian dari orang-orang. Dia memajang lukisannya di dinding yang banyak dilalui orang dan menuliskan dibawah lukisan itu: “ Bila saudara melihat kekurangan dari lukisan saya mohon memberikan goresan dilukisan ini dan catatan di kertas putih ini.” Ternyata goresan-goresan banyak sekali. Hari berikutnya dia memperbaiki lukisan itu dan memajangnya dengan catatan yang sama. Tetap banyak bahkan bertambah banyak goresan dan coretan didalam lukisannya. Sudah beberapa lukisan yang dia usahakan sebagai perbaikan lukisan sebelumnya sampai lelah dan mulai putus asa memperbaikan lukisannya. Murid lukis inipun bertanya kepada gurunya: “ Bagaimana caranya memperbaiki lukisannya,,supaya ada penilaian yang bagus.? Guru itu menjawab: “ klo begitu tuliskan,jika anda menginginkan lukisan ini lebih bagus, tolong berikan coretan atau goresan di lukisan ini. “. Ketika lukisan dipajang dengan catatan seperti itu. Berminggu-minggu dilihat ternya hampir tidak ada goresan atau coretan. Akhirnya murid lukis ini pun tersenyum.

Read more ...

Gereja yang Menjadi Berkat Bagi Sesama

Sub Tema Tahun Pelayanan 2016 - 2017

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
1. Minggu Pukul 06.30 WIB
2. Minggu Pukul 09.00 WIB
3. Minggu Pukul 17.00 WIB

 

Facebook GKI Delima

 

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian