Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

Setiap hari dalam kehidupan keluarga Kristen adalah kesempatan untuk memulai langkah baru bersama Tuhan. Hidup ini penuh dinamika; Ada keberhasilan dan kegagalan, harapan dan kekecewaan, kemajuan dan kemunduran. Namun, dalam segala situasi, umat Tuhan dan keluarga dipanggil untuk tidak menyerah pada situasi. Umat dipanggil Tuhan untuk terus melangkah maju, membarui komitmen untuk hidup kudus dan taat kepada kehendak Allah, sambil terus belajar mengenal kehendak-Nya dari hari ke hari.

Read more ...

Pada khotbah Minggu sebelumnya, perenungan firman Tuhan berfokus pada betapa luar biasanya kebaikan hati Allah terhadap bangsa Israel. Meskipun mereka bersungut-sungut dan tidak menghargai karya keselamatan Allah yang membebaskan mereka dari perbudakan Mesir, Allah tidak membalas mereka dengan murka. Sebaliknya, Ia menunjukkan belas kasihan-Nya dengan menyediakan makanan dari langit: manna dan burung puyuh. Inilah wujud nyata bahwa Allah tidak hanya menyelamatkan, tetapi juga memelihara umat-Nya.

Read more ...

Di tengah kehidupan yang semakin tak pasti diwarnai oleh krisis ekonomi, relasi yang retak, kegagalan pribadi, atau kehilangan yang dalam banyak orang Kristen bergumul dengan satu pertanyaan yang tampak sederhana, “Masihkah Allah itu baik?” Pertanyaan ini bukan lahir dari ketidakpercayaan, melainkan dari kerapuhan iman yang sedang teruji oleh kenyataan hidup yang gelap dan tidak sesuai harapan. Di balik senyum dalam ibadah dan pelayanan, mungkin ada umat yang diam-diam merasa ditinggalkan Allah, karena mulai mengukur kebaikan Allah berdasarkan kelimpahan materi, keberhasilan, atau kenyamanan.

Read more ...

Kepedulian seseorang terhadap orang lain itu dapat ditanamkan, ditumbuhkan, dibentuk, dan dilatih. Ada banyak cara untuk melakukan hal tersebut. Beberapa pendekatan mengajarkannya melalui pendekatan behavioristik, yaitu pembentukan tingkah laku melalui pengalaman dan interaksi. Misalnya saja, untuk membentuk tindakan memberi pada seorang anak, anak tersebut harus diajak untuk memiliki aktivitas memberi kepada orang lain. Hal ini dilakukan berulang-ulang sampai akhirnya anak tersebut memiliki perilaku yang terbiasa peduli kepada orang lain. Pendekatan behavioristik tentunya menolong dalam pembentukan perilaku peduli pada seseorang. Hanya saja, pendekatan ini perlu diperkaya dan diperdalam, sehingga perilaku peduli bukan merupakan otomatisasi perilaku yang sudah menjadi kebiasaan. Perilaku peduli perlu dimaknai dalam kaitan dengan nilai-nilai spiritualitas yang bukan hanya mengubah diri tetapi berdampak pada kehidupan di sekitarnya.

Read more ...

Kemarahan, kebencian, dan dendam yang dipertahankan di dalam diri memberikan dampak buruk pada diri manusia. Para ahli, baik di bidang kesehatan maupun psikologi, memberikan informasi tentang itu. Secara medis, kebencian dan dendam akan menurunkan imun tubuh, menyebabkan gangguan fisik, menimbulkan penyakit kronis, atau merusak susunan hormon di otak. Secara psikologis kemarahan, kebencian, dan dendam yang dipertahankan akan membuat stress, depresi, cemas, dan dipenuhi pikiran-pikiran negatif yang merusak diri. Perilaku pun turut berubah, menjadi curiga, ketus, berjarak dan menjauh dari relasi, serta berharap agar keburukan terjadi pada orang lain. Dalam tingkat yang lebih ekstrem, sikap ini dapat membawa manusia pada tindakan kejahatan. Pada akhirnya, kemarahan tersebut membuat seseorang menderita karena mendapatkan hukuman atas kejahatannya. Tidak jarang hukuman tersebut sampai pada kematian diri sendiri.

Read more ...

Komunitasku, Keluargaku: Bersama, Bertumbuh, dan Berdampak

Sub Tema Tahun Pelayanan 2026 - 2027

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
Minggu Pukul 06.30 WIB
Minggu Pukul 09.00 WIB (Hybrid)
Minggu Pukul 17.00 WIB

Facebook GKI Delima

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian