Di tengah kehidupan yang semakin tak pasti diwarnai oleh krisis ekonomi, relasi yang retak, kegagalan pribadi, atau kehilangan yang dalam banyak orang Kristen bergumul dengan satu pertanyaan yang tampak sederhana, “Masihkah Allah itu baik?” Pertanyaan ini bukan lahir dari ketidakpercayaan, melainkan dari kerapuhan iman yang sedang teruji oleh kenyataan hidup yang gelap dan tidak sesuai harapan. Di balik senyum dalam ibadah dan pelayanan, mungkin ada umat yang diam-diam merasa ditinggalkan Allah, karena mulai mengukur kebaikan Allah berdasarkan kelimpahan materi, keberhasilan, atau kenyamanan.







