Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

Seorang murid lukis yang sudah menyelesaikan lukisan dengan bangga meminta masukan dan penilaian dari orang-orang. Dia memajang lukisannya di dinding yang banyak dilalui orang dan menuliskan dibawah lukisan itu: “ Bila saudara melihat kekurangan dari lukisan saya mohon memberikan goresan dilukisan ini dan catatan di kertas putih ini.” Ternyata goresan-goresan banyak sekali. Hari berikutnya dia memperbaiki lukisan itu dan memajangnya dengan catatan yang sama. Tetap banyak bahkan bertambah banyak goresan dan coretan didalam lukisannya. Sudah beberapa lukisan yang dia usahakan sebagai perbaikan lukisan sebelumnya sampai lelah dan mulai putus asa memperbaikan lukisannya. Murid lukis inipun bertanya kepada gurunya: “ Bagaimana caranya memperbaiki lukisannya,,supaya ada penilaian yang bagus.? Guru itu menjawab: “ klo begitu tuliskan,jika anda menginginkan lukisan ini lebih bagus, tolong berikan coretan atau goresan di lukisan ini. “. Ketika lukisan dipajang dengan catatan seperti itu. Berminggu-minggu dilihat ternya hampir tidak ada goresan atau coretan. Akhirnya murid lukis ini pun tersenyum.

Read more ...

Matius 20:1-16
“Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir.” 

Di Keraton Jogja ada orang-orang yang mengabdi kepada Sri Sultan bukan karena bayaran tetapi dimotivasi oleh rasa hormat dan syukur yang besar pada Sri Sultan dengan sukarela dan sukacita. Mereka adalah Abdi Dalem Punakawan merupakan Abdi Dalem yang bekerja di Karaton. Abdi Dalem Punakawan dibagi menjadi dua, yaitu Abdi Dalem Tepas yang bertugas harian dan Abdi Dalem Caos yang bertugas pada periode waktu tertentu. Punakawan mendapatkan gaji maupun honor dari dana istimewa (https://id.quora.com/Berapa-gaji-abdi-dalem-kratonYogyakarta). Para abdi dalem Purnakawan ini sering kali dianggap sebagai orang-orang yang berbudi luhur, orangorang yang berhati mulia, hati yang penuh dengan pengabdian.

Read more ...

Pada suatu hari Abraham mengundang seorang pengemis dalam kemahnya untuk makan. Ketika doa syukur sedang dipanjatkan, orang itu mulai menghujat Allah, menyatakan tidak bisa mendengar Nama-Nya. Terdorong rasa marah, Abraham mengusir orang yang mengutuk tadi. Ketika malam itu ia berdoa, Tuhan berkata kepadanya: “ orang ini mengutuk dan menjelekan Aku sudah lima puluh tahun, dan Aku memberikannya makan setiap hari. Tidak dapatkah engkau bertahan dengan dia satu hari saja?” ( cerita; Cinta. Anthony de Mello SJ: “Doa Sang Katak 1”). Janganlah cepat-cepat mengusir orang-orang yang menyebalkan namun belajarlah kepada Allah yang tidak berkesudahan memberikan berkat dan sabar dalam memelihara umat-Nya bahkan umat yang “menyebalkan”.

Read more ...

Pada perang Revolusi ada seorang pewarta Injil yang bernama Peter Miller. Ia bertetangga dengan seseorang yang sangat membenci dirinya karena kehidupan dan kesaksian Kristennya. Bahkan tetangganya ini mengolok-olok Miller dan pegikutnya. Pada suatu hari tetangganya ini dinyatakan bersalah atas tindakan pengkhianatan dan dihukum mati. Mendengar hal ini Peter Miller pergi berjalan kaki untuk memohon pengampunan atas nyawa tetangganya ini dihadapam George Washington. Si Jendral mendengarkan permohonan Pdt. Peter Miller ini namun merasa tidak harus mengampuni teman pendeta ini. “ Sobatku! Dia bukan temanku,” jawab Miller. “ Sebenarnya dia adalah musuh besarku.” “ apa?” kata Washington. “ kamu berjalan hamper ratusan kilo untuk menyelamatkan nyawa musuhmu? Itu membuat masalah ini menjadi lain. Aku akan menyabulkan permintaanmu.: dengan surat pengampunan di tangan Miller bergegas pergi ketempat dimana tetangganya akan dihukum mati. Ia tiba disana tepat dimana si tetangga sedang berjalan ketiang gantungan. Ketika melihat Miller keluar dari kerumunan orang dan menunjukan surat pengampunan yang menyelamatkan nyawanya. Tetangganya sangat terkejut. (dikutip dari: R. Kent Hughes. “ 1001 Kisah Inspirasi: Untuk Musuhku.) h 303.

Read more ...

Seorang psikiatris Amerika bernama Dr. Gerard May dalam bukunya berjudul The Awakened Heart menjelaskan perbedaan antara ekspektasi dan harapan. Harapan adalah sebuah pandangan umum dalam memaknai suatu hasil yang dilihat dari berbagai sudut pandang, mulai dari kepentingan diri sendiri, kepentingan orang lain, hingga efeknya terhadap lingkungan sekitar, sedangkan ekspetasi berfokus hanya pada keinginan diri sendiri. Ekspetasi sesungguhnya hanya tebaktebakan hati dan perasaan atas suatu hal atau peristiwa yang dibungkus berbagai teori sebagai pembenaran. Jadi ekspetasi sebenarnya keinginan egosentris yang berujud asumsi (opini yang dibungkus dengan teori/bukti) yang dibubuhi harapan. Maka dari itu seringkali ekseptasi justru membawa kekecewaan karena kita seperti menggunakan kaca mata kuda. Saat kita berekspetasi, kita akan sulit mempertimbangkan kepentingan-kepentingan orang lain yang mungkin dianggap akan menjadi faktor “penggagal” untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Read more ...

Gereja yang Menjadi Berkat Bagi Sesama

Sub Tema Tahun Pelayanan 2016 - 2017

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
1. Minggu Pukul 06.30 WIB
2. Minggu Pukul 09.00 WIB
3. Minggu Pukul 17.00 WIB

 

Facebook GKI Delima

 

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian