Kepedulian seseorang terhadap orang lain itu dapat ditanamkan, ditumbuhkan, dibentuk, dan dilatih. Ada banyak cara untuk melakukan hal tersebut. Beberapa pendekatan mengajarkannya melalui pendekatan behavioristik, yaitu pembentukan tingkah laku melalui pengalaman dan interaksi. Misalnya saja, untuk membentuk tindakan memberi pada seorang anak, anak tersebut harus diajak untuk memiliki aktivitas memberi kepada orang lain. Hal ini dilakukan berulang-ulang sampai akhirnya anak tersebut memiliki perilaku yang terbiasa peduli kepada orang lain. Pendekatan behavioristik tentunya menolong dalam pembentukan perilaku peduli pada seseorang. Hanya saja, pendekatan ini perlu diperkaya dan diperdalam, sehingga perilaku peduli bukan merupakan otomatisasi perilaku yang sudah menjadi kebiasaan. Perilaku peduli perlu dimaknai dalam kaitan dengan nilai-nilai spiritualitas yang bukan hanya mengubah diri tetapi berdampak pada kehidupan di sekitarnya.







