Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" 16:16 Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" (Matius 16:15-16)
Penyatuan GKI melalui perjalanan yang cukup Panjang dimana awalnya, ketiga gereja ini dikenal dengan nama Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwee (THKTKH) yaitu gereja berbahasa Hokian. Gereja THKTKH di Jawa Tengah dan Jawa Timur didirikan oleh Zending dari Belanda (Nederlandsche Zendings Vereeniging) sedangkan di Jawa Barat diawali oleh penemuan sebuah Alkitab berbahasa Melayu oleh Bapak Ang Boen Swie di tahun 1858.
Nama Gereja Kristen Indonesia sendiri mulai digunakan pada tahun 1950. Penetapan nama ini menunjukkan kesadaran GKI untuk dapat menjalankan misi dan panggilannya secara nasional, tidak lagi terikat pada suku tertentu saja.
Sejak tanggal 27 Maret 1962 ketiga gereja itu memulai upaya menggalang kebersamaan untuk mewujudkan penyatuan GKI, dalam wadah Sinode Am GKI. Sesudah melewati perjalanan hampir tiga dekade lamanya, pada tanggal 26 Agustus 1988 ketiga gereja tersebut diikrarkan menjadi satu gereja (sadur dari web GKI;”tentang kami.”).
Penyatuan gereja-gereja berbasis bahasa Hokian (THKTKH) dalam panggilan misinya untuk meng-Indonesia dan menghadirkan karya keselamatan bagi kehidupan menjadi bagian dalam memperkenalakan wajah Kristus yang sesungguhnya. Dalam hal ini kita harus mengarahkan pelayanan dan hidup keseharian kita kepada Tuhan dan terus berharap kepada-Nya. Ingatlah bahwa perjalanan penyatuan GKI adalah karya Tuhan Allah bagi Indonesia. GKI tubuh Kristus yang meng-Indonesia. Sola Gracia
- Pdt. Ima F. Simamora -







