Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

Pola pikir Allah seringkali jauh berbeda dengan pola pikir manusia. Secara umum manusia dengan mudah melihat lalu menilai apa yang terjadi dan dialami dalam kehidupan seseorang khususnya tentang penderitaannya merupakan hasil atau buah dari perbuatannya di masa sebelumnya. Padahal sebenarnya kita tidak pernah tahu secara pasti bahwa apa yang dialami seseorang merupakan bagian dari proses kehidupan yang Allah sudah rancangkan dalam diri orang tersebut.

Kita tidak pernah tahu secara pasti apa yang menjadi rencana Allah dalam hidup seseorang, namun satu hal yang pasti Allah mengasihi setiap manusia dan menyediakan kehidupan kekal bagi yang percaya dan setia kepada-Nya. Walaupun untuk itu Yesus harus menderita dan mati di kayu salib, namun 3 hari kemudian Ia bangkit dan menang atas kuasa maut. Itu yang disampaikan Yesus kepada para muridNya dalam bacaan injil Matius 16:21-28.

Dikisahkan pula bahwa Yesus menegur Petrus dengan keras (ay. 23) karena responsnya yang menolak bahwa Mesias harus menderita bahkan mati sebelum bangkit di hari ketiga (ay. 21-22). Sebenarnya Pendapat Petrus itu sangat wajar karena pemahaman orang Yahudi pada saat itu Mesias adalah sosok yang akan membebaskan bangsa Yahudi dari penjajahan Romawi. Namun, apa yang dipikirkan Petrus bukanlah pikiran Allah melainkan pikiran Iblis yang berpotensi mengacaukan misi Yesus.

Yesus lalu menegaskan bahwa mereka yang mau mengikut Dia sebagai murid harus menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Yesus (ay.24). Maksudnya ialah meninggalkan segala keegoisan, ambisi, kenikmatan hidup, dan kebiasaan lama yang tidak berkenan kepada Allah. Sebaliknya mereka harus memiliki hidup yang mengutamakan Allah dalam setiap aspeknya. Mereka juga harus memikul salib masing-masing dengan penuh pengurbanan dan siap menghadapi penderitaan karena Injil. Yesus menambahkan bahwa mereka yang rela kehilangan nyawa demi untuk pemberitaan Injil akan beroleh kemuliaan dari Bapa (ay. 26-27).

Sebagai umat yang dipersekutukan dalam kemuliaan dan kasih Kristus, kita memiliki panggilan untuk memancarkan kemuliaan-Nya bagi dunia. Marilah kita menyediakan diri untuk setia menyatakan kemuliaan Allah meskipun tidak mudah. Dalam segala keterbatasan maupun hambatan yang ditemui, mari kita tetap bisa memancarkan kasih Kristus yang telah menyelamatkan dunia. Kiranya melalui perbuatan dan perkataan kita baik secara lisan maupun tulisan, orang lain dapat merasakan kehadiran dan pertolongan Tuhan. Harapannya setiap orang yang berjumpa dengan kita beroleh sukacita, optimisme dan semangat hidup. Soli Deo Gloria.


- Pdt. Adi Cahyono -

Komunitasku, Keluargaku: Bersama, Bertumbuh, dan Berdampak

Sub Tema Tahun Pelayanan 2026 - 2027

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
Minggu Pukul 06.30 WIB
Minggu Pukul 09.00 WIB (Hybrid)
Minggu Pukul 17.00 WIB

Facebook GKI Delima

Download Buku HUT 40 Tahun

 

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian