Sebagai manusia kita bisa saja menjadi kecewa dan bahkan menjadi tawar hati ketika kita melihat bahwa apa yang sudah kita kerjakan dalam rangka pewartaan Injil maupun menyampaikan kebenaran firman Tuhan seolah-olah tidak ada hasil atau sia-sia. Apalagi ketika dalam perjalanan pelayanan/pekerjaan Tuhan kita mengalami pertentangan dan penolakan bahkan ancaman maupun aniaya baik secara psikis/mental maupun fisik. Dalam situasi seperti itu bisa muncul pemikiran untuk berhenti atau bahkan lari dari panggilan atau tugas pelayanan karena merasa tidak kuat atau mau mencari selamat, tetapi yang sebenarnya mau mencari zona aman dan nyaman.







