Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" 16:16 Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" (Matius 16:15-16)

Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" 16:16 Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" (Matius 16:15-16)
“Merdeka..! Merdeka…! Merdeka…!” pekikan suara yang seringkali kita dengar disaat memperingati hari kemerdekaan NKRI pada tanggal 17 Agustus. Hari yang selalu identik dengan kemeriahan lomba-lomba seperti makan krupuk, panjat pinang, olahraga dll, ditambah semaraknya warna-warni merah-putih sebagai warna bendera kita begitu meriah dimana-mana. Perayaan hari kemerdekaan NKRI bahkan bisa berlangsung seminggu bahkan lebih. Setelah lewat bulan Agustus maka kembali seperti biasa, bendera-bendera dan dekorasi diturunkan dan dibersihkan. Jadi dimana letaknya kemerdekaan itu?. Bangsa ini masih terus berjuang untuk menciptakan negara yang adil dan beradab, lohginawi. Pada sisi lainnya kita harus menyadari bahwa semua perubahan yang terjadi di NKRI tergantung kepada semua orang yang tinggal didalamnya. Apakah negara itu akan lebih makmur atau akan lebih hancur. Termasuk kita anggota-anggota gereja.
Dalam jejak kehidupan bangsa Indonesia begitu banyak tokoh-tokoh pahlawan seperti : Patimura, Cut Nya Dien, Kartini, Dewi Sartika, dll. Namun sadarkah kita bahwa sangat sedikit tokoh pahlawan Indonesia yang berdarah Tionghoa, padahal peranan tokoh-tokoh Tionghoa untuk memberikan perubahan bangsa Indonesia begitu besar, salah satu tokoh Tionghoa adalah Phoa Keng Hek. Tokoh Tionghoa di Balik Pendirian ITB Dikutip https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5885809/phoa-keng-hek-tokoh-tionghoa-di-balik-berdirinya-itb . Phoa Keng Hek punya kiprah sangat panjang dalam dunia pendidikan di Indonesia. Dirinya adalah pelopor pendidikan modern pertama di Indonesia, yang mendirikan Tiong How Hwee Koan (THHK) pada 1901. Sekolah THHK juga berkembang menjadi 130 cabang.
Dari Napoli, Itali ada gerakan: ” Caffe Suspeso” merupakan tindakan untuk berbagi secangkir kopi kepada orang lain, biasanya bagi orang-orang yang kurang mampu. Gerakan ini dengan membayar lebih secangkir kopi dan kopi yang telah dibayarkan akan diberikan kepada orangorang miskin di kafe tersebut. Jadi setiap orang baik yang membayar lebih atau orang yang menerima akan menikmati secangkir kopi di kafe yang sama kecuali bila dibawa pulang. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar orang-orang miskin atau tuna wisma bisa dapat menghangatkan tubuhnya saat menyeruput secangkir kopi di kafe tersebut. Tidak disangka ternyata “ Caffe Suspeso ini semakin berkembang dan meluas menjadi Gerakan diberbagai kota bahkan keluar Italia.
Alasan lain mengapa Yesus mengajarkan kebenaran firman Allah menggunakan perumpamaan tercatat dalam Matius 13:34-35. Yesus mengajar dalam perumpamaan dan tanpa perumpamaan suatu pun tidak disampaikan-Nya kepada mereka. Hal itu merupakan penggenapan nubuatan kitab suci. Dalam memberitakan Injil Kerajaan Allah, Yesus menggunakan segala macam jalan dan cara untuk membawa kebaikan kepada jiwa-jiwa manusia dan untuk meninggalkan kesan-kesan yang baik dalam diri mereka. Untuk membuat orang banyak percaya kepadaNya dan terus mengikuti-Nya dan tetap berharap kepada-Nya.