Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

Alasan lain mengapa Yesus mengajarkan kebenaran firman Allah menggunakan perumpamaan tercatat dalam Matius 13:34-35. Yesus mengajar dalam perumpamaan dan tanpa perumpamaan suatu pun tidak disampaikan-Nya kepada mereka. Hal itu merupakan penggenapan nubuatan kitab suci. Dalam memberitakan Injil Kerajaan Allah, Yesus menggunakan segala macam jalan dan cara untuk membawa kebaikan kepada jiwa-jiwa manusia dan untuk meninggalkan kesan-kesan yang baik dalam diri mereka. Untuk membuat orang banyak percaya kepadaNya dan terus mengikuti-Nya dan tetap berharap kepada-Nya.

Bacaan Injil Matius 13:31-33;44-52 masih berisi pengajaran Yesus tentang kerajaan Allah menggunakan perumpamaan. Di kalangan bangsa Yahudi pada saat itu, biji sesawi banyak dipakai sebagai istilah untuk menggambarkan sesuatu yang kecil. Kontras antara kecilnya benih dan begitu besarnya pohon di kemudian hari merupakan hal yang ingin ditekankan Yesus melalui perumpamaan biji sesawi. Sedangkan perumpamaan tentang ragi juga menggambarkan tentang jumlah yang kecil dibandingkan adonannya. Namun, ragi yang tersembunyi di dalam adonan itu memiliki potensi untuk membuat adonan mengembang.

Kedua perumpamaan itu merupakan gambaran Kerajaan Allah yang dinyatakan melalui kehadiran dan pelayanan Yesus. Benih sesawi dan ragi menggambarkan kuasa kerajaan yang tersembunyi, tetapi secara diam-diam kuasa itu bekerja dan menjadi nyata bagi banyak orang. Semula Yesus dianggap sepele dan diragukan oleh para pemimpin Yahudi. Ia tampil hanya dengan rupa seorang hamba, dan berkeliling dengan sekelompok murid yang terdiri dari orang-orang yang tidak terkenal. Namun banyak orang yang kemudian mengalami kuasa Kerajaan Allah itu melalui pengajaran dan mukjizat yang Dia lakukan. Dikemudian hari, melalui pelayanan para murid Yesus, Kerajaan Allah itu dinyatakan juga ke ujung-ujung bumi dan membawa dampak besar bagi orang-orang yang mau mendengar beritanya.

Perumpamaan ini juga bisa menggambarkan bagaimana Gereja Tuhan yang minoritas di Indonesia, namun ada Tangan Tuhan yang sanggup memaksimalkan fungsi dan perannya, sehingga seperti pohon sesawi yang menjadi tempat bersarangnya burung-burung, demikian pula Gereja Tuhan harus menjadi berkat bagi lingkungannya. Bagaimana dengan kita GKI Delima? Mari terus bersama bergandengan tangan menyatakan kasih dan karya Tuhan dengan mendukung program kerja dan kegiatan yang ada di GKI Delima. Soli Deo Gloria.

- Pdt. Adi Cahyono -

Komunitasku, Keluargaku: Bersama, Bertumbuh, dan Berdampak

Sub Tema Tahun Pelayanan 2026 - 2027

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
Minggu Pukul 06.30 WIB
Minggu Pukul 09.00 WIB (Hybrid)
Minggu Pukul 17.00 WIB

Facebook GKI Delima

Download Buku HUT 40 Tahun

 

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian