Dalam jejak kehidupan bangsa Indonesia begitu banyak tokoh-tokoh pahlawan seperti : Patimura, Cut Nya Dien, Kartini, Dewi Sartika, dll. Namun sadarkah kita bahwa sangat sedikit tokoh pahlawan Indonesia yang berdarah Tionghoa, padahal peranan tokoh-tokoh Tionghoa untuk memberikan perubahan bangsa Indonesia begitu besar, salah satu tokoh Tionghoa adalah Phoa Keng Hek. Tokoh Tionghoa di Balik Pendirian ITB Dikutip https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5885809/phoa-keng-hek-tokoh-tionghoa-di-balik-berdirinya-itb . Phoa Keng Hek punya kiprah sangat panjang dalam dunia pendidikan di Indonesia. Dirinya adalah pelopor pendidikan modern pertama di Indonesia, yang mendirikan Tiong How Hwee Koan (THHK) pada 1901. Sekolah THHK juga berkembang menjadi 130 cabang.
Phoa Keng Hek pun berjasa pada berdirinya ITB karena dia mengumpulkan uang sebesar 500 ribu gulden bersama dua rekannya, H.H Kan serta Nio Hoey Oen. Uang itu digunakan untuk menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan demi berdirinya cikal bakal ITB.
Dikatakan dalam buku Tokoh-tokoh Etnis Tionghoa di Indonesia karya Sam Setyautama, Phoa Keng Hek lahir di Bogor pada 1857. Dia adalah anak Phoa Tjong Tjay, seorang Luitenant kaya di Jatinegara, Batavia. Keng Hek memiliki pabrik beras dan pabrik teh di Parung, Bogor. Selain itu, ia berdagang hasil bumi melanjutkan usaha ayahnya. Salah satu tokoh berjasa dalam berdirinya ITB ini pernah menempuh pendidikan di Hokkian School dan sekolah misi Coalsma di Cianjur, Jawa Barat. Dia pun kemudian melanjutkan studi di ELS. Sekalipun orang-orang keturunan Tionghoa dalam Sejarah Indonesia bahkan sampai sekarang seringkali mengalami diskriminasi bahkan penganiayaan yang keji namun jejak bagi Negara Kesatuan Indonesia sangat penting dan berarti.
Jejak perubahan terjadi ketika kita memang merasa terpanggil dalam persoalan yang ada dan mencari solusi dalam persoalan tersebut. Dalam kisah Phoa Keng Hek yang mendirikan Lembaga Pendidikan Tionghoa di Jawa Barat dan ITB berawal dari masalah kurangnya tenaga ahli-ahli tehnik dan orang-orang yang terpelajar setelah PDI. Jejak Perubahan akan terjadi bila kita mau berkorban untuk memperjuangkannya, tanpa pengorbanan maka niatan perubahan akan hanya sekedar hayalan semata.
Namun dalam pembacaan kita, kita juga diingatkan apakah jejak-jejak perubahan yang kita hadirkan sesuai dengan kehendak Tuhan Allah? Menyesuaikan perubahan dengan kehendak Tuhan Allah memang tidak mudah karena kita harus memberi waktu dan mengambil kesempatan dalam hening sejenak dan mendengarkan harapan dan arahan dari Tuhan Allah seperti apa? Hal ini yang dilakukan oleh Tuhan Yesus ketika banyak orang terus menyikuti dan berkerumun, Yesus mengambil jarak sejenak untuk berdoa, berdoa dimana Tuhan Yesus mengambil saat hening dan bercengkrama dengan Bapa-Nya di Sorga. Ditengah kesibukan, hiruk pikuk dan godaan untuk terus mengurusi masalah dan mengajarkan Firman Tuhan, Yesus tetap memiliki saat hening bersama Bapa-Nya di sorga. Sehingga semua jejak-jejak yang Tuhan Yesus lakukan dan tinggalkan bukan hanya menghadirkan perubahan yang sangat besar bagi dunia namun selaras dengan kehendak Allah Bapa-Nya. –Sola Gracia-.
- Pdt. Ima F. Simamora -







