Semakin mendekati 17 April 2019 ini, persaingan antara TKN dan BPN semakin sengit. Saling lontar sindiran sampai serangan terjadi. Yang berbahaya bukan persaingan di kalangan elit yang bermain di wahana wacana, orang-orang di akar rumput justru gampang terbakar. Gesekan yang terjadi bukan saja di media sosial, melainkan juga di lapangan. Semakin mendekati hari pencoblosan, potensi jotosan makin membesar. Kasus bapak berkaos Jokowi yang dikeroyok sejumlah orang yang baru mengikuti kampanye Prabowo di daerah Purworejo mengindikasikan hal ini. Orang yang memakai kaus tertentu dilarang masuk wilayah yang menjadi basis pesaingnya. Perang mulut bisa berubah menjadi tukar tampar sampai perang parang. Narasi kebencian bahkan perang terus berkumandang sehingga kita yang sebenarnya bersaudara menjadi saling cela bahkan saling mendera. Ketika hoaks dan radikalisme dibiarkan merajalela maka kedamaian menjadi tersingkirkan.