Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

Apa penyebab terjadinya perselisihan dan perpecahan, terutama yang masih terjadi di gereja hingga saat ini? Salah satu penyebab utamanya adalah kesombongan yang masih menguasai hati. Pada hakikatnya kesombongan adalah salah satu bentuk manifestasi mempertuhankan diri sendiri. Karena itu kesombongan harus dipatahkan. Bagaimana caranya? Salah satunya kita dapat belajar dari pemazmur dalam Mazmur 8 berikut ini.

Pemazmur melantunkan nyanyian kekagumannya yang indah kepada Tuhan dimana di dalamnya nama Allah yang mulia ditinggikan. Kekaguman kepada Allah ini sulit diekspresikan sehingga pemazmur di bagian pembuka dan penutupnya hanya dapat mengungkapkan dengan kata-kata “Ya TUHAN, Tuhan kami”. Selanjutnya Daud sang pemazmur mengungkapkan kekagumannya di ayat ke-5: “apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Pemazmur sadar bahwa manusia adalah mahkluk berdosa, lemah, manusia malang, makhluk yang begitu mudah melupakan Tuhan dan kewajiban terhadap-Nya. Namun ternyata Allah mengingatnya sedemikian rupa, bukan saja memberinya makanan dan pakaian, melindunginya dan memenuhi kebutuhannya seperti makhluk-makhluk lainnya, tetapi juga mengindahkan dia sebagaimana seseorang mengindahkan sahabatnya.

Lebih lanjut Daud menceritakan segala keindahan dan kehormatan yang telah diletakkan-Nya ke atas manusia. Manusia diciptakan sebagai gambar Allah (ay. 6 dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat; "hampir sama seperti Allah"; band. Kej. 1:26). Manusia satu-satunya makhluk ciptaan di dunia ini yang dapat berkomunikasi dengan Allah sebagai satu pribadi kepada Sang Pribadi sempurna. Lebih daripada itu, manusia dilengkapi dengan otoritas Ilahi untuk mengelola dunia ini atas segenap makhluk ciptaan lain di alam semesta ini (ay. 7-9).

Dengan demikian pengenalan yang benar akan kebesaran Allah, menuntun manusia kepada kesadaran akan ketidakberdayaan dan ketidaklayakan dirinya dan menemukan jati diri yang sebenarnya di hadapan Allah dan di antara makhluk ciptaan lainnya. Jika manusia mempunyai kemampuan, otoritas, dan kedudukan yang tinggi di dunia, semua itu sematamata anugerah Allah. Berdasarkan pemahaman di atas, adakah alasan yang membenarkan manusia untuk menjadi sombong, sehingga merendahkan dan melecehkan orang lain?

Semua manusia adalah mahkota penciptaan yang dianugerahi kemuliaan Allah sehingga hidup yang Tuhan inginkan ada pada kita pun adalah hidup yang penuh kehormatan dan kemuliaan. Namun hidup terhormat dan mulia itu bukan dengan menjadikan diri kita seolah pusat dunia ini. Keserakahan, hawa nafsu, kesombongan, keduniawian justru akan menghempaskan kita ke jurang kehinaan. Hanya dalam penyangkalan diri, kerendahan hati, serta ketaatan kepada firman Allah, kita dapat menghayati kemuliaan Allah sejati. Hal ini dapat kita lakukan dengan mengakui kebaikan Allah bagi seluruh umat manusia, di antaranya melalui manfaat yang kita dapatkan dari ciptaan-ciptaan yang lebih rendah dari kita. Secara khusus, marilah kita memberikan kemuliaan kepada Yesus, dengan mengakui bahwa Dia adalah Tuhan dan juruselamat kita.

Pdt. Adi Cahyono M.Si

Komunitasku, Keluargaku: Bersama, Bertumbuh, dan Berdampak

Sub Tema Tahun Pelayanan 2026 - 2027

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
Minggu Pukul 06.30 WIB
Minggu Pukul 09.00 WIB (Hybrid)
Minggu Pukul 17.00 WIB

Facebook GKI Delima

Download Buku HUT 40 Tahun

 

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian