Pesta demokrasi untuk menentukan Capres dan Cawapres 2019- 2024 dalam prosesnya telah mencabik-cabik rasa nasionalisme rakyat dan kesatuan bangsa hanya karena perbedaan pilihan politik. Segelintir atau sekelompok orang yang sangat terobsesi ingin berkuasa telah melakukan “indoktrinasi” sehingga ada sebagian besar rakyat yang terhasut untuk melakukan tindakan-tindakan inkonstitusional. Ironisnya, warga di akar rumput, seperti kaum emak-emak bahkan anak-anak dilibatkan dalam kontestasi politik yang tidak logis lagi. Ujaran kebencian, berita bohong, dan fitnah menjadi senjata yang akhirnya memicu saling olok dan mengejek, mengintimidasi bahkan mengancam untuk membunuh menjadi sesuatu yang lumrah. Namun harus diingat bahwa melakukan tindakan-tindakan tersebut sungguh tidak mencerminkan karakter bangsa Indonesia yang sejak dahulu kala terkenal dengan keramahannya. Saat ini Indonesia krisis/darurat cinta kasih!







