Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

“Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku”. (Matius 18:4-5).

“Istilah apa lagi ini? Justru semakin tidak mengerti maksud ibadah. Apakah ibadah ngga makin ribet? Apakah justru malah makin ribut atau berisik, sehingga ibadah tidak lagi khusuk? Biasakah ibadah umum melibatkan anak-anak sebagai pelayan?

Mungkin kita pernah mendengar komentar-komentar tersebut. Hal ini diungkapkan karena kita selaku jemaat belum memahami betul apa yang dimaksudkan dengan yang namanya ibadah intergenerasional. Atau jika tidak, mungkin kita sudah merasa nyaman dengan ibadah yang berlangsung selama ini, yang terbagi dan terkotak-kotak dengan ibadah kategorial. Alasanpun bermacam-macam dan sepertinya sangat masuk diakal dan dapat diterima. Dengan dilangsungkannya ibadah kategoial, maka firman yang disampaikan tepat dapat diterima oleh jemaat yang dilayani. Belum lagi para pelayan yang terlibat dalam ibadah tersebut, tidak asing buat kalangan mereka.

Terlepas dari semua itu, memang ada benarnya. Tetapi ketika kita berbicara tentang Ibadah Intergenerasional, maka kita berbicara tentang rasa percaya. Percaya kepada Tuhan yang memberi kesempatan dan berkuasa memampukan siapa saja untuk melayani Dia. Tidak terkecuali Anak-anak.

Dari ayat-ayat di atas, Tuhan Yesus mengajak para pendengarnya untuk belajar merendahkan diri dan menyambut seorang anak jika ingin menjadi yang terbesar dalam Kerajaan Sorga dan menyambut Dia. Berbeda dengan konsep berpikir orang dewasa bahwa Ibadah bukanlah urusan anak-anak. Dan ini sebuah pelayanan.

Mengutip apa yang disampaikan oleh Pdt. Cordelia dalam selisip.com, bahwa pelayanan intergenerasional itu intinya memberi kesempatan pada generasi-generasi yang selama ini tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan, untuk terlibat bersama. Kita sadar ada multi generasi di gereja dan memberi tempat untuk relasi antar generasi tersebut. Pelayanan ini tidak sekedar kebaktian gabungan antar generasi atau meniadakan segregasi pelayanan berdasarkan usia. Pelayanan intergenerasi melampaui hal itu dan bisa jadi bukan keduanya.

Terkait dengan hal di atas, minggu ini Ibadah Intergenerasional melibatkan anak anak yang selama ini beribadah di Ibadah Anak Sekolah Minggu. Anak-anak bersama Guru Sekolah Minggu akan terlibat aktif sebagai pelayan ibadah dan beribadah bersama dengan orang tua mereka. Ini sebuah kepercayaan sekaligus pelayanan dan semoga kita sebagai orang tua atau orang dewasa dapat mendukung dan mempercayakan mereka untuk bisa melayani dalam ibadah sejak dari anak-anak. Tidak merasa terganggu dengan suara dan celoteh mereka yang mungkin kita dengar saat ibadah berlangsung. Toh kita pun pernah mengalami seperti mereka menjadi anak-anak. Selamat Beribadah!

DBAP

Gereja yang Menjadi Berkat Bagi Sesama

Sub Tema Tahun Pelayanan 2016 - 2017

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
1. Minggu Pukul 06.30 WIB
2. Minggu Pukul 09.00 WIB
3. Minggu Pukul 17.00 WIB

 

Facebook GKI Delima

 

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian