“Bekerjalah, bukan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu. Sebab, Dialah yang telah dimateraikan Allah Bapa.”

“Bekerjalah, bukan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu. Sebab, Dialah yang telah dimateraikan Allah Bapa.”
Kisah Yesus memberi makan lima ribu orang merupakan kisah yang sangat terkenal dan tentunya sangat penting untuk diketahui sehingga dimuat dalam keempat kitab Injil. Tepatnya kisah tersebut tertulis dalam Injil Matius 14:13-31, Markus 6:32-44, Lukas 9:10-17 dan Injil Yohanes 6:1-15 yang menjadi bagian bacaan Injil Minggu ini. Tema Kebaktian Umum Minggu hari ini mengajak kita untuk memahami bahwa jalan cinta Yesus menjadi inspirasi agar kita mau peduli dan berbagi dalam kehidupan ini sehingga pemeliharaan Tuhan menjadi nyata dirasakan umat-Nya di dunia.
Tema Kebaktian Umum Minggu hari ini mengajak kita untuk memahami bahwa Tuhan Yesus adalah Sang Gembala yang mengerti dan peduli akan semua perkara yang ada dalam kehidupan umat-Nya sehingga kita dapat bergantung dan taat sepenuhnya kepada Dia. Gambaran Allah sebagai gembala yang merawat dan melindungi domba-dombanya sebagaimana dituliskan Daud dalam Mazmur 23, telah ditunjukkan dalam karya pelayanan Yesus ketika ada di dunia.
Tema kebaktian Minggu ini mengajak kita untuk menyadari bahwa kebenaran firman Tuhan itu seperti pil pahit yang rasanya kurang atau bahkan tidak disukai namun bertujuan untuk memperbaiki atau memulihkan manusia dari kuasa dosa. Oleh karenanya banyak terjadi penolakan terhadap penyampaian kebenaran firman Tuhan, termasuk diri kita sendiri. Akibatnya hidup kita belum atau tidak bisa menjadi kesaksian yang benar. Bentuk penolakan itu dimulai dari melewatkan/mengabaikan firman Tuhan sampai dengan penolakan yang halus hingga upaya penyingkiran dengan kekerasan terhadap pewarta kebenaran firman Allah.
“Tetapi, kepada kita masing-masing telah diberikan anugerah menurut ukuran pemberian Kristus.” Efesus 4:7 (TB2)
Pada hari Minggu ini, 07-07-2024 GKI Delima telah genap berusia 40 tahun. Hari yang sangat istimewa bagi warga GKI Delima baik anggota jemaat maupun simpatisan yang selama ini beribadah maupun bergereja di Jemaat ini. Bagi mereka yang selama ini terlibat, berpartisipasi maupun berkontribusi bagi pelayanan gereja ini, tentu akan merasa sangat bersyukur, bahagia dan bangga. Sekecil atau sesederhana apapun wujudnya (Persembahan: diri, waktu, tenaga, uang/materi) tentu sangat berarti dan turut membentuk menjadi GKI Delima seperti sekarang ini. Hal itu bisa dibaca dalam Buku HUT GKI ke-40 Delima: Melangkah Bersama dalam AnugerahNya.