Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

Bait Allah bagi bangsa Israel sangatlah penting dan berarti sekali. Dimana bait suci adalah kehadiran dan perlindungan Tuhan Allah yang sejati atas umatNya. Bait suci mewakili penebusan umat-Nya oleh Allah. Sehingga bait suci atau bait Allah bukan sekedar bangunan saja tapi memiliki makna spiritualitas dan hukum ditengah-tengah kehidupan bangsa Israel. Sehingga ketika ada penyalahgunaan bait suci dimana terjadi praktek ketidakadilan dan kesemena-menaan yang dilakukan oleh para Imam maka marahlah Tuhan Yesus. Hal ini terjadi karena para imam yang seharusnya menjadi wakil Allah dalam menjalankan peribadahan dan memelihara spiritualitas umat dan menjadi jembatan antara Allah dan umat malah melakukan haknya untuk mencari keuntungan dan kesewenang-wenangan. Dimana para Imam Yahudi ini menyediakan dan menjual hewan-hewan persembahan dengan harga yang sangat mahal sekali untuk keuntungan dirinya sendiri atau kelompok Imam-imam.

Read more ...

Ada yang mengatakan bahwa menjadi pengikut atau murid Kristus itu gampang banget, yang penting percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan juruselamat akan disebut sebut sebagai Anak Allah dan pasti beroleh hidup kekal (bdk Yoh 1:12, 3:16). Saking gampangnya maka mudah sekali orang Kristen untuk mengulang perbuatan dosanya alias hidup semaumaunya. Yang penting nanti mengaku dosa dan tetap percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan juru selamat. So, simple kan??? Inilah yang seringkali membuat orang menilai keselamatan orang Kristen itu murah dan mudah.

Read more ...

Hiruk pikuk pekerjaan atau tugas bahkan pelayanan sehari-hari seringkali membuat kita tidak sempat atau lupa memaknai apa yang sudah terjadi. Lebih memprihatinkan kalau semua yang sudah dikerjakan dilakukan tanpa konsep atau tujuan yang benar dan niat yang jelas. Karena ternyata bisa membuat terjebak dalam rutinitas atau terjerat dalam pusaran persoalan" yang bisa melelahkan baik secara fisik, maupun psikis bahkan spiritual. Bila itu terjadi kita bisa mengalami kejenuhan, kehampaan bahkan bisa kehilangan arah dan tujuan hidup, tidak bersemangat dan kehilangan harapan. Yesus pernah ada dalam situasi seperti itu, ketika banyak orang yang mencari dan membutuhkan pertolongan dari-Nya.

Read more ...

Dua musafir yang kelelahan singgah disebuah warung makan. Pemilik warung makan tersebut memberikan mereka makanan. Sebelum keduanya melanjutkan perjalanan, pemilik warung makan juga memberikan mereka bekal untuk perjalanan, seorang dari musafir itu menangis. “ Mengapa kau menangis?” Tanya temannya. “ Aku terharu. Kebaikan pemilik warung makan tadi adalah anugerah bagiku”, jawab musafir kedua. “ Anugerah? Bukankah kita sering mendapatkan pertolongan serupa dari orang lain?” kata temannya. “ Lain Sobat. Yang ini adalah anugerah karena dulu aku pernah memukuli pemilik warung tersebut, tapi sekarang ia memberiku makanan dan perbekalan.” Musafir kedua menjelaskan. Kedua sahabat ini memiliki dua pemahaman yang berbeda dari pengalaman mereka dengan pemilik warung: yang pertama memandang sebagai kebaikan yang kedua memandang sebagai anugerah. Anugerah karena merasa bahwa kebaikan yang didapati tidak layak untuk diberikan karena pernah melakukan kesalahan atau tindakan yang jahat sebelumnya. Begitu juga dengan relasi kita dengan Tuhan Allah, bagaimana Tuhan berkarya bagi kita. Karya Tuhan dengan mencurahkan yang terbaik bagi kita yang sesungguhnya tidak layak mendapatkannya. Kita yang telah berdosa dan seringkali mengulangi lagi namun Tuhan Allah terus mencurahkan berkat-Nya sebagai bukti cinta-Nya bagi kita.

Read more ...

Badan Pendidikan Tinggi Kristen Krida Wacana ( UKRIDA) merupakan lembaga pendidikan milik GKI. Sw. Jabar. Berdirinya Ukrida merupakan prakarsa dari beberapa tokoh Kristen di Jakarta antara lain Prof. Dr. J.L.Ch. Abineno, Uripto Widjaja, Ny. dr. Pouw Houw Tjiang, Ny. J.M. Rumambi, dr. J. Suwarno, D. Sutedja, Swandjaja, Kol. dr. F. Pattiasina, dr. O. E. Engelen, Pdt. C. Suleeman, dan Pdt. Lukito Handoyo. Beliau-beliau tersebut terpanggil mewujudkan kesaksian dan pelayanan di bidang pendidikan tinggi, melalui gagasan mendirikan perguruan tinggi Kristen sebagai dukungan bagi pembangunan bangsa dan negara Republik Indonesia. Gagasan tersebut didukung sepenuhnya oleh Prof. Dr. Siwabessy (Menteri Kesehatan saat itu) dan Pdt. W.J. Rumambi (Menteri Penerangan saat itu), yang ditindaklanjuti dengan mengusulkan kepada Badan Pendidikan Kristen Jawa Barat (BPK Jabar) untuk mempelajarinya. BPK Jabar dengan sukacita menyambut gagasan tersebut, dan meneruskannya kepada Sinode GKI Jabar yang juga menyambut baik. Melalui sidangnya yang ke23 pada 15 September 1965, Majelis Sinode GKI Jabar memutuskan untuk mendirikan Universitas Kristen Djaja yang disingkat Ukrida dan menugaskan BPK Jabar untuk mengelolanya. Pada 20 Januari 1967, dan Ukrida mengawali langkahnya dengan tiga fakultas, yaitu Kedokteran Umum, Teknik (jurusan Elektro), dan Ekonomi (jurusan Ekonomi Perusahaan). Tahun 1985 Ukrida menempati gedung kampus sendiri di Jalan Tanjung Duren Raya, Jakarta Barat. Tahun 1991 Ukrida yang sejak awal pengelolaannya oleh BPK Jabar beralih kepada Yayasan Badan Pendidikan Tinggi Kristen Krida Wacana. Perubahan nama juga dilakukan tanggal 8 Februari 1992, berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 0106/0/1992, Universitas Kristen Djaja resmi berganti nama menjadi Universitas Kristen Krida. (Disadur dari: http://ukrida.ac.id/aboutus/history/sejarah).

Read more ...

Komunitasku, Keluargaku: Bersama, Bertumbuh, dan Berdampak

Sub Tema Tahun Pelayanan 2026 - 2027

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
Minggu Pukul 06.30 WIB
Minggu Pukul 09.00 WIB (Hybrid)
Minggu Pukul 17.00 WIB

Facebook GKI Delima

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian