Dalam berita-berita yang dimuat baik secara online atau televise memuat bagaimana masyarakat menyikapi pandemi ini. Ada hal yang menarik karena ada sebagian yang berusaha disiplin dengan memakai masker dan jaga jarak namun ada juga yang menganggap pandemik ini hal yang “biasa” saja sehingga tidak menghiraukan protokol kesehatan; tidak pakai masker, berkerumun dll. Kita juga melihat dari siaran televisi atau media online bagaimana orang-orang berhimpit-himpitan memborong banyak barangbarang, berebut memasuki kereta atau yang baru-baru ini adalah demonstraasi besar-besaran tanpa memperdulikan protokol kesehatan. Fenomena ini memperlihatkan bahwa ditengah masyarakan masih banyak orang-orang yang bersikap tidak terlalu memperdulikan keselamatan dirinya dan orang lain. Jika protokol kesehatan yang diwajibkan untuk dilakukan sebagai jalan untuk menyelamatkan atau menolong kita, mengurangi resiko tertular dari Covid 19 ini masih sulit untuk dilakukan bagimana dengan Firman Tuhan?. Bisa jadi loh bahwa Firman Tuhan itu sekedar ingatan namun bukan untuk diberlakukan dalam keseharian atau hanya berlaku untuk orang lain bukan untuk diri sendiri. Sekalipun orang itu berasal dan dibesarkan dari keluarga Kristen, sering hadir dan berkegiatan digereja bisa jadi perilakunya tidak menjadi lebih baik. Hal ini bisa berasal dari kesalahan akan memafami Firman Tuhan.