Hiruk pikuk pekerjaan atau tugas bahkan pelayanan sehari-hari seringkali membuat kita tidak sempat atau lupa memaknai apa yang sudah terjadi. Lebih memprihatinkan kalau semua yang sudah dikerjakan dilakukan tanpa konsep atau tujuan yang benar dan niat yang jelas. Karena ternyata bisa membuat terjebak dalam rutinitas atau terjerat dalam pusaran persoalan" yang bisa melelahkan baik secara fisik, maupun psikis bahkan spiritual. Bila itu terjadi kita bisa mengalami kejenuhan, kehampaan bahkan bisa kehilangan arah dan tujuan hidup, tidak bersemangat dan kehilangan harapan. Yesus pernah ada dalam situasi seperti itu, ketika banyak orang yang mencari dan membutuhkan pertolongan dari-Nya.
Dalam Markus 1:29-39 dikisahkan bahwa Yesus menegaskan tujuan utamanya datang ke dunia ini. Perhatikanlah, hati Kristus tetap tertuju pada tujuan utama kedatangan-Nya, dan mengerjakanya dengan cermat. Ia juga tidak mau dipengaruhi oleh desakan atau bujukan sahabatsahabat-Nya untuk mundur dari tujuan utama-Nya, yaitu memberitakan Injil kepada segala bangsa. Yesus memberitakan Injil yang adalah kabar baik bukan fanatisme agama atau demi popularitas dunia. Kabar baik itu adalah kasih ilahi yang memulihkan dan mengampuni, serta penyertaan ilahi yang menguatkan dan menginspirasi untuk hidup sebagai manusia baru dalam penyertaan Roh Kudus. Karena itu, Ia pergi ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka (ay. 39), dan untuk mempertegas dan meneguhkan pengajaran-Nya, Ia mengusir setan-setan.
Yesus juga memberi teladan yang sangat penting untuk mewujudkannya, yaitu dengan melakukan persiapan spiritual agar terus terkoneksi dengan Sang Pemberi Mandat sumber kekuatan dan semangat (ay.35). Dalam doa dan kehehingan bersama Bapa beroleh terang/hikmat dan kekuatan mewujudkannya. Bagaimana dengan diri kita saat ini? Apakah kesibukan kita telah kembali membuat kita melupakan tujuan hidup kita sebagai pengikut Kristus? Apakah tekanan dan persoalan kehidupan membuat kita lupa akan kehadiran dan penyertaan Tuhan? Masihkah kita tetap hidup dalam rencana-Nya bagi dunia dalam situasi hidup seperti saat ini?
Sebagai pengikut Kristus kita dipanggil untuk menjadi pewarta Injil Kerajaan Allah sebagaimana Paulus lakukan dalam pelayanannya. Injil adalah kabar baik, sudah semestinya terus diberitakan dengan tujuan dan cara serta niat yang baik. Yesus melakukannya dengan tujuan yang jelas dan tidak larut dalam hiruk pikuk dunia. Yesus menjawab persoalan dan memberikan solusi dari masalah hidup manusia. Itulah pintu masuk Yesus untuk menyatakan berita baik bahwa Allah mengasihi manusia. So, bagaimana kita saat ini dapat mewujudkannya?
Ada banyak ragam aksi yang bisa kita lakukan baik secara personal maupun komunal. Mari lakukan dengan tujuan yang baik dan cara pendekatan yang tepat. Ingat juga bahwa mesti dipersiapkan dengan sungguh-sungguh dan kerjakan dengan sukacita seperti Yesus teladankan. Supaya kasih Tuhan semakin nyata dirasakan oleh manusia di tengah segala persoalan kehidupan. Tuhan beserta kita senantiasa.
Pdt. Adi Cahyono







