Tren untuk menjadi viral dalam kehidupan sosial kita melalui merekam dan membagikan foto-foto atau video ke media-media sosial menjadi jalan untuk penerima, diakui dan terkenal. Penerimaan dalam dunia sosial menjadi penting bahkan bisa memacu daya saing dalam kehidupan sosial masyarakat. Siapa yang lebih diterima, siapa yang lebih banyak followernya, siapa yang lebih bagus, lebih viral dll. Jika pada kadar sewajarnya ya tidak masalah namun bila sudah sangat berlebihan bisa mengikis rasa kemanusiaan, konflik dan hancurnya tatanan sosial dalam nilai saling mengasihi, berbela rasa atau berempati. Seperti foto-foto atau video-video korban-korban kecelakaan, orang miskin dimana orang lain selain korban lebih suka merekam kejadian daripada menolong, belum lagi video-rekaman foto yang diedit dan dibagikan dapat menimbulkan penghinaan, konflik. Belas Kasih menjadi luntur.
“Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” Matius 9:13







