Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

Tren untuk menjadi viral dalam kehidupan sosial kita melalui merekam dan membagikan foto-foto atau video ke media-media sosial menjadi jalan untuk penerima, diakui dan terkenal. Penerimaan dalam dunia sosial menjadi penting bahkan bisa memacu daya saing dalam kehidupan sosial masyarakat. Siapa yang lebih diterima, siapa yang lebih banyak followernya, siapa yang lebih bagus, lebih viral dll. Jika pada kadar sewajarnya ya tidak masalah namun bila sudah sangat berlebihan bisa mengikis rasa kemanusiaan, konflik dan hancurnya tatanan sosial dalam nilai saling mengasihi, berbela rasa atau berempati. Seperti foto-foto atau video-video korban-korban kecelakaan, orang miskin dimana orang lain selain korban lebih suka merekam kejadian daripada menolong, belum lagi video-rekaman foto yang diedit dan dibagikan dapat menimbulkan penghinaan, konflik. Belas Kasih menjadi luntur.
“Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” Matius 9:13

Read more ...

”Yesus mendekati mereka dan berkata: ”Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, “Misi Allah Trinitas” Matius 28:16-20 No. 009 | Minggu, 04 Juni 2023 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Matius 28:18-20.

Read more ...

Masih sering umat Kristen menganggap Roh Kudus itu hanya berwujud seperti burung merpati, burung rajawali, lidah-lidah api atau minyak urapan maupun bahasa roh. Hal itu memberi kesan bahwa tanpa seperti itu Roh Kudus tidak hadir atau mengurapi. Kesalahpahaman seperti inilah yang terkadang dijadikan bahan kritikan bahkan olokan bagi kalangan tertentu. Akibatnya sebagai sesama tubuh Kristus tidak saling membangun tapi justru sebaliknya menimbulkan perpecahan dalam gereja. Bagi GKI, gereja adalah persekutuan yang esa dari orang-orang beriman kepada Yesus Kristus yang dengan kuasa Roh Kudus dipanggil dan diutus Allah untuk berperan serta dalam mengerjakan misi Allah, yaitu karya penyelamatan Allah di dunia.

Read more ...

Kata “ Karantina” sudah biasa kita dengar dan ucapkan, apalagi ketika pandemic Covid-19 sejak Maret 2020 yang lalu. Konon kata “karantina” berasal dari Bahasa Venesia sekitar abad ke-14 sampai ke-15, yaitu “quarantena”, yang berarti empat puluh hari. Kata ini terbentuk semasa pandemi Black Death/Wabah Hitam. Pada waktu itu bagi para pelaut wajib mengisolasi diri selama 40 (empat puluh) hari untuk memastikan bahwa mereka tidak membawa wabah. Setelah masa itu mereka boleh masuk kembali ke tengah masyarakat. Dengan demikian kata karantina identik dengan mengisolasi atau menarik diri.

Read more ...

Motivasi dan gangguan seseorang untuk bersikap taat bisa diumpamakan dalam kisah berikut ini. Seorang ayah mempunyai tiga anak kembar yang berusia 8 tahun, masing-masing diberikan handphone yang sama setiap akhir pekan selama 2 jam. Mereka mendapat pesan agar menggunakannya dengan bijak selain untuk hiburan sebaiknya dipakai untuk mendukung kegiatan sekolahnya atau ketrampilan lainnya. Anak pertama sering menggunakan untuk MaBar (game online bareng) dengan teman-temannya, karena saking serunya sampai lebih dari 2 jam tidak terasa melampaui jatahnya. Anak kedua menggunakan untuk nonton film, karena selesainya nanggung, ia juga melampaui waktu yang sudah ditentukan. Anak yang ketiga menggunakannya untuk belajar piano, mencari lagu-lagu baru untuk koleksi partiturnya dan berhenti tepat 2 jam seperti yang diperintahkan. Selain karena senang mendapatkan kesempatan menggunakan HP, ia tidak mau ayahnya menjadi sakit karena sering marah-marah karena kesal dengan sikap anak-anaknya yang tidak taat. Ia mengasihi ayahnya melalui ketaatannya dan agar ayahnya tetap sehat. 

Read more ...

Komunitasku, Keluargaku: Bersama, Bertumbuh, dan Berdampak

Sub Tema Tahun Pelayanan 2026 - 2027

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
Minggu Pukul 06.30 WIB
Minggu Pukul 09.00 WIB (Hybrid)
Minggu Pukul 17.00 WIB

Facebook GKI Delima

Download Buku HUT 40 Tahun

 

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian