“Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga”. Matius 10:32-33.
Di dalam ruang sidang pengadilan ada peranan yang penting untuk menyingkap fakta-fakta kebenaran yaitu: seorang saksi. Seorang saksi memiliki peranan yang sangat penting karena seorang saksi menjadi orang yang melihat bahkan bisa saja mengalami dengan jelas dan memiliki bukti dalam sebuah perkara. Kadang kala ada juga saksi yang menjadi saksi kunci yang sangat mengetahui, melihat dan memiliki bukti-bukti sangat penting. Oleh karena itu kehadiran saksi menjadi sangat penting. Walaupun demikian tidak mudah menjadi saksi. Hal ini karena ada konsekuensi dari apa yang akan dikatakan dan dibuktikan oleh seorang saksi.
Satu sisi ada yang akan senang ketika kebenaran terkuak namun sisi lainnya ada orang yang akan benci karena merasa dirugikan. Disinilah dilemanya menjadi saksi, apakah akan mengungkapkan kebenaran berdasakan fakta-fakta atau mundur karena takut akan resiko yang akan ditanggung.
Dilema dalam mengungkapkan kebenaran sering kali dapat terjadi didalam kehidupan sebagai murid Tuhan Yesus Kristus. Tuhan Yesus tahu sekali bahwa menjadi muridnya dengan tugas untuk menyatakan dan menyebarkan karya keselamatan didalam kehidupan bukanlah tugas dan tanggung jawab yang ringan. Ada resiko yang bisa terjadi dan ditanggung para murid-Nya resiko yang dapat menghadirkan penderitaan bahkan kematian yang ironis. Oleh karena itu Tuhan Yesus mengingatkan dan memberikan kuasa, anugerah dan penguatan akan janji Allah bagi para murid bahwa Tuhan Allah tidak akan meninggalkan, akan melindungi oleh karena itu janganlah takut dengan kuasa manusia dan kekuatan dunia. Kekuatan dunia terbatas namun kekuatan Tuhan Yesus tak terbatas.
Keyakinan Iman dan keteguhan kepada Tuhan Yesus yang menjadi sumber kekuatan, perlindungan dan keselamatan menjadi sumber yang tak pernah mati dalam kehidupan. Oleh karena tidak ada alasan untuk kita mundur atau berhenti mempersaksikan Yesus Kristus, kebenaran dan karya keselamatan dalam kehidupan.
- Pdt. Ima F. Simamora -







