Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

Hiruk pikuk pekerjaan atau tugas bahkan pelayanan sehari-hari seringkali membuat kita tidak sempat atau lupa memaknai apa yang sudah terjadi. Lebih memprihatinkan kalau semua yang sudah dikerjakan dilakukan tanpa konsep atau tujuan yang benar dan niat yang jelas. Karena ternyata bisa membuat terjebak dalam rutinitas atau terjerat dalam pusaran persoalan" yang bisa melelahkan baik secara fisik, maupun psikis bahkan spiritual. Bila itu terjadi kita bisa mengalami kejenuhan, kehampaan bahkan bisa kehilangan arah dan tujuan hidup, tidak bersemangat dan kehilangan harapan. Yesus pernah ada dalam situasi seperti itu, ketika banyak orang yang mencari dan membutuhkan pertolongan dari-Nya.

Read more ...

Dua musafir yang kelelahan singgah disebuah warung makan. Pemilik warung makan tersebut memberikan mereka makanan. Sebelum keduanya melanjutkan perjalanan, pemilik warung makan juga memberikan mereka bekal untuk perjalanan, seorang dari musafir itu menangis. “ Mengapa kau menangis?” Tanya temannya. “ Aku terharu. Kebaikan pemilik warung makan tadi adalah anugerah bagiku”, jawab musafir kedua. “ Anugerah? Bukankah kita sering mendapatkan pertolongan serupa dari orang lain?” kata temannya. “ Lain Sobat. Yang ini adalah anugerah karena dulu aku pernah memukuli pemilik warung tersebut, tapi sekarang ia memberiku makanan dan perbekalan.” Musafir kedua menjelaskan. Kedua sahabat ini memiliki dua pemahaman yang berbeda dari pengalaman mereka dengan pemilik warung: yang pertama memandang sebagai kebaikan yang kedua memandang sebagai anugerah. Anugerah karena merasa bahwa kebaikan yang didapati tidak layak untuk diberikan karena pernah melakukan kesalahan atau tindakan yang jahat sebelumnya. Begitu juga dengan relasi kita dengan Tuhan Allah, bagaimana Tuhan berkarya bagi kita. Karya Tuhan dengan mencurahkan yang terbaik bagi kita yang sesungguhnya tidak layak mendapatkannya. Kita yang telah berdosa dan seringkali mengulangi lagi namun Tuhan Allah terus mencurahkan berkat-Nya sebagai bukti cinta-Nya bagi kita.

Read more ...

Badan Pendidikan Tinggi Kristen Krida Wacana ( UKRIDA) merupakan lembaga pendidikan milik GKI. Sw. Jabar. Berdirinya Ukrida merupakan prakarsa dari beberapa tokoh Kristen di Jakarta antara lain Prof. Dr. J.L.Ch. Abineno, Uripto Widjaja, Ny. dr. Pouw Houw Tjiang, Ny. J.M. Rumambi, dr. J. Suwarno, D. Sutedja, Swandjaja, Kol. dr. F. Pattiasina, dr. O. E. Engelen, Pdt. C. Suleeman, dan Pdt. Lukito Handoyo. Beliau-beliau tersebut terpanggil mewujudkan kesaksian dan pelayanan di bidang pendidikan tinggi, melalui gagasan mendirikan perguruan tinggi Kristen sebagai dukungan bagi pembangunan bangsa dan negara Republik Indonesia. Gagasan tersebut didukung sepenuhnya oleh Prof. Dr. Siwabessy (Menteri Kesehatan saat itu) dan Pdt. W.J. Rumambi (Menteri Penerangan saat itu), yang ditindaklanjuti dengan mengusulkan kepada Badan Pendidikan Kristen Jawa Barat (BPK Jabar) untuk mempelajarinya. BPK Jabar dengan sukacita menyambut gagasan tersebut, dan meneruskannya kepada Sinode GKI Jabar yang juga menyambut baik. Melalui sidangnya yang ke23 pada 15 September 1965, Majelis Sinode GKI Jabar memutuskan untuk mendirikan Universitas Kristen Djaja yang disingkat Ukrida dan menugaskan BPK Jabar untuk mengelolanya. Pada 20 Januari 1967, dan Ukrida mengawali langkahnya dengan tiga fakultas, yaitu Kedokteran Umum, Teknik (jurusan Elektro), dan Ekonomi (jurusan Ekonomi Perusahaan). Tahun 1985 Ukrida menempati gedung kampus sendiri di Jalan Tanjung Duren Raya, Jakarta Barat. Tahun 1991 Ukrida yang sejak awal pengelolaannya oleh BPK Jabar beralih kepada Yayasan Badan Pendidikan Tinggi Kristen Krida Wacana. Perubahan nama juga dilakukan tanggal 8 Februari 1992, berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 0106/0/1992, Universitas Kristen Djaja resmi berganti nama menjadi Universitas Kristen Krida. (Disadur dari: http://ukrida.ac.id/aboutus/history/sejarah).

Read more ...

Asri seorang anak yang riang dan semangat. Dia adalah salah satu anak sekolah minggu di gereja itu Sangat mudah untuk mengenalinya karena Asri memiliki keistimewaan, yaitu memakai kacamata yang sangat tebal sekali. Setiap ke sekolah minggu Asri diantar kedua orang tuanya atau salah satu orang tuanya masuk ke kelas. Asri menderita kerusakan mata yang hampir buta. Ia hanya bisa melihat bayangan yang sangat samar sekali. Namun hal ini tidak mengurangi Asri berprestasi disekolah, ia masuk sekolah yang tergolong favorit dikotanya. Asri juga sangat antusias pelayanan dalam berdoa dan belajat bermain piano.

Read more ...

“Yesus Terang-Mu Pelita Hatiku”, sebuah lagu yang terus dinyanyikan dalam rangkaian Natal tahun 2020 ini mengiringi penyalaan lilin Adven. Lagu yang ciptakan oleh Jacques Berthier, 1923 - 1994 yang syairnya oleh Santo Augustinus dan diterjemahkan oleh H.A. Pandopo, 1994. lagu dari komunitas Taize ini sungguh menyentuh hati kita, jika kita menyanyikannya dengan kesungguhan hati.

Read more ...

Komunitasku, Keluargaku: Bersama, Bertumbuh, dan Berdampak

Sub Tema Tahun Pelayanan 2026 - 2027

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
Minggu Pukul 06.30 WIB
Minggu Pukul 09.00 WIB (Hybrid)
Minggu Pukul 17.00 WIB

Facebook GKI Delima

Download Buku HUT 40 Tahun

 

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian