Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

Hidup pada masa pandemi seperti sekarang memang sangat sulit. Himpitan ekonomi karena berkurangnya penghasilan atau hilangnya sumber pemasukan tentu sangat berat. Padahal kebutuhan hidup tidak bisa dihindari dan harus dipenuhi, belum lagi kalau ada anggota keluarga yang sakit. Situasi seperti ini memang bisa membuat kepedulian terhadap sesama menjadi sesuatu yang tidak terpikirkan. Orang-orang menjadi cenderung mementingkan diri sendiri bukan karena tidak peduli, tetapi karena keadaannya sendiri saja sulit, bagaimana untuk membantu atau peduli untuk orang lain? Ini sebenarnya adalah gambaran mengenai keadaan manusia pada masa akhir nantinya, yang sudah mulai kita rasakan saat ini. Meski demikian, apapun situasinya, orang percaya diajar untuk memiliki kasih seperti Kristus yang rela berkurban dengan setia bagi keselamatan manusia. Diantaranya disebutkan dalam bacaan kedua dalam ibadah minggu ini.

Read more ...

Kata "imam" menyandang beberapa makna utama. Secara umum tugas sebagai imam adalah sebagai pengantara untuk beribadah kepada Allah atau orang yang menengahi dalam pelayanan keagamaan. Ini juga berarti orang yang suci atau dipisahkan untuk melakukan pelayananan tersebut. Dalam budaya ketimuran, seorang kepala keluarga atau suami sebagai pemimpin seringkali memiliki peran sebagai imam, yakni perantara dalam berelasi dengan Tuhan Allah. Dengan demikian sebagai imam kepala keluarga harus memiliki karakter yang baik agar berkenan di hadapan Tuhan dan ditiru oleh keluarganya.

Read more ...

Keluarga adalah ciptaan Allah. Sejak awal Allah merancangkan dan membentuk keluarga agar menjadi berkat dan seluruh bumi penuh dengan kemuliaan-Nya (Kej 1:26-28). Namun rancangan baik ini hancur karena kegagalan Adam dan Hawa. Setelah manusia jatuh ke dalam dosa, maka sendi-sendi keluarga pun menjadi rusak. Keluarga kehilangan identitas karena dominasi dosa begitu kuat dalam memporak-porandakan nilai-nilai rohani dalam keluarga. Kecenderungan untuk mau menang sendiri, paling benar dan saling menyalahkan menjadi nature setiap pribadi sehingga membuat relasi keluarga sering tidak harmonis. Oleh karena itu kita rindu kembali pada rancangan Allah semula. Kita semua rindu agar keluarga kita mengalami pemulihan.

Read more ...

Gereja adalah keluarga Allah sebab orang-orang di dalamnya menjadi saudara bersaudara secara anugerah bukan secara hubungan darah dan daging. Paulus dalam Efesus 2:11- 22 menjelaskan bahwa Orang Yahudi dan orang non Yahudi pun kemudian mempunyai status yang sama di dalam Yesus, yaitu sebagai anggota keluarga Allah (ay.19). Darah Yesus yang dicurahkan di kayu salib telah menghancurkan tembok pemisah antara mereka dengan Allah, begitu pula antara mereka dengan bangsa pilihan Allah. Orang kemudian dapat datang langsung kepada Allah tanpa membutuhkan seorang perantara, seperti sebelumnya. Sekarang umat yang telah didamaikan Kristus disebut sebagai kawan sewarga dan anggota kerajaan Allah yang hidup di bawah pimpinan dan hukum-hukum Allah. Sebagai anggota keluarga Allah secara otomatis, relasi antar etnis pun diungkapkan dengan istilah ‘saudara’. Selanjutnya, umat yang didamaikan itu juga disebut sebagai tempat kediaman Allah (ay 21-22). Karena itu hubungan kekeluargaan di antara orang percaya harusnya mengisi berbagai kekurangan hubungan manusia. Inilah keluarga yang terus dirahmati Allah dalam anugerah Tuhan kita Yesus Kristus.

Read more ...

Yohanes atas nama para murid, melaporkan ada orang yang mengusir roh jahat dalam nama Yesus, dan mereka mencegahnya. Hal ini memperlihatkan bahwa Yohanes dan para murid-murid tidak senang jika ada orang lain diluar kelompok mereka yang melakukan apa yang dilakukan oleh mereka. Kata “ pengikut kita” (lih. Ayat 38) yang dipakai oleh Yohanes menunjukan adanya perbedaan antar kelompok, dimana ada kelompok pengikut Yesus dan diluar dari pengikut Yesus. Sepertinya ada anggapan diantara para murid bahwa yang hanya dapat melakukan mengusir roh jahat dalam nama Yesus adalah murid-murid Yesus saja, sedangkan di luar itu tidak boleh. Ada sikap eksklusif dalam pandangan Yohanes dan para murid.

Read more ...

Komunitasku, Keluargaku: Bersama, Bertumbuh, dan Berdampak

Sub Tema Tahun Pelayanan 2026 - 2027

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
Minggu Pukul 06.30 WIB
Minggu Pukul 09.00 WIB (Hybrid)
Minggu Pukul 17.00 WIB

Facebook GKI Delima

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian