Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

Menteri Agama Republik Indonesia melalui surat edaran No. SE/33/2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 dalam pelaksanaan Ibadah dan Peringatan Hari Raya Natal Tahun 20201 salah satunya memberikan arahan agar perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 dilakukan secara sederhana. Point 3a bunyinya demikian: hendaknya dilakukan secara sederhana dan tidak berlebihan, serta lebih menekankan persekutuan di tengah keluarga. Kalau kita menilik kisah natal yang pertama, maka arahan ini sebenarnya memiliki landasan teologis-biblis yang kuat.

Dalam Injil Lukas 2:1-20, diceritakan bahwa Yesus lahir pada masa Kaisar Agustus memimpin Romawi. Kaisar inilah yang memerintahkan cacah jiwa bagi semua orang yang hidup di bawah kekuasaannya. Sensus itu membawa Maria dan Yusuf pergi ke kota Daud leluhurnya di Betlehem. Di kota itulah Maria melahirkan Yesus. Bayi Yesus lahir di kandang domba, dibungkus dengan kain lampin, dan dibaringkan di palungan menjadi penggenapan nubuat nabi (Yes 1:3). Dalam kesederhanaan itu, Tuhan menggenapi janji-Nya untuk menyelamatkan manusia. Palungan menjadi tanda pengingat Israel yang hidup dalam keangkuhan. Tetapi keangkuhan itu kini hancur saat para gembala (orang upahan) mendengar kabar sukacita yang disampaikan para malaikat. Berita sukacita yang disampaikan oleh malaikat itu direspons dengan gerak cepat dari para gembala. Lalu mereka pergi ke Betlehem, tempat di mana Yesus lahir. Mereka menjumpai bayi Yesus tepat seperti yang dikatakan malaikat, dibungkus kain lampin dan terbaring di dalam palungan (ay.16). Rasa takjub atas penemuan itu membuat mereka tidak dapat berdiam diri. Ini pengalaman luar biasa! Hati para gembala dipenuhi semangat menyala-nyala untuk memberitakan hal tersebut kepada orang banyak.

Sukacita Natal sejati adalah semangat yang berupaya untuk mengangkat harkat mereka yang secara sosio-ekonomi berada "di bawah," dan membuat setiap orang bisa memuji dan memuliakan Tuhan serta bersaksi kepada tiap orang di sekitarnya tentang kabar baik. Bukan pesta-pora ataupun kemewahan yang penuh dengan keangkuhan dan keegoisan manusiawi yang fana adanya.

Selamat Natal 2021, selamat membagikan sukacita Natal dengan bersahaja namun tetap penuh kasih. Immanuel.

 

Pdt. Adi Cahyono

Komunitasku, Keluargaku: Bersama, Bertumbuh, dan Berdampak

Sub Tema Tahun Pelayanan 2026 - 2027

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
Minggu Pukul 06.30 WIB
Minggu Pukul 09.00 WIB (Hybrid)
Minggu Pukul 17.00 WIB

Facebook GKI Delima

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian