Ada Kasih Karunia Selalu Baru Setiap Hari dari Allah dan Kita
"Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya" - Yohanes 1:12.

Ada Kasih Karunia Selalu Baru Setiap Hari dari Allah dan Kita
"Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya" - Yohanes 1:12.
Beberapa hari lagi, kita akan meninggalkan tahun 2021, artinya usia kita akan bertambah satu tahun lagi. Apa lagi yang bertambah atau bertumbuh dalam hidup kita? Mudah-mudahan pertambahan itu proporsional baik dalam aspek fisik, tetapi terutama dalam aspek mental, intelektual, sosial, dan terpenting spiritual!
Menteri Agama Republik Indonesia melalui surat edaran No. SE/33/2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 dalam pelaksanaan Ibadah dan Peringatan Hari Raya Natal Tahun 20201 salah satunya memberikan arahan agar perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 dilakukan secara sederhana. Point 3a bunyinya demikian: hendaknya dilakukan secara sederhana dan tidak berlebihan, serta lebih menekankan persekutuan di tengah keluarga. Kalau kita menilik kisah natal yang pertama, maka arahan ini sebenarnya memiliki landasan teologis-biblis yang kuat.
Penginjil Lukas mengemukakan bahwa Yohanes Pembaptis dengan lantang memberitakan pertobatan sebelum Tuhan datang. Yohanes memanggil semua orang untuk bertobat dan menyerahkan diri mereka kepada belas kasih Allah dan membiarkan diri mereka dibaptis sebagai tanda pertobatan. Namun Yohanes melihat kemunafikan orang banyak yang datang untuk bertobat. Dalam situasi kongkret pada waktu itu, mereka memberi diri dibaptis bukan untuk mendapatkan pengampunan dosa. Itu sebabnya Yohanes menyebut mereka ular beludak. Ular beludak melambangkan kekejaman dan kekerasan hati orang banyak. Mereka tidak akan dapat menghindar dari hukuman Allah apabila tidak sungguh-sungguh bertobat (ay. 7).
Tuhan Yesus Kristus sering disebut sebagai sebagai Sang Terang. Yesus bukan saja terang hidup, tetapi Ia juga adalah terang dunia. Yohanes menulis demikian, "Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup" (Yoh 8:12). Yesus adalah terang yang menerangi hati dan mengetahui apa yang ada dalam hati kita. Simbol yang dipakai untuk menggambarkan terang salah satunya memakai lilin.