Bagaimana kalau diantara kita saat ini tiba-tiba dipanggil dari Istana Negara untuk menjadi salah satu Menteri/wakil Menteri atau staff kepresidenan? Secara umum tentunya sangat bersyukur dan bangga karena mendapat kepercayaan untuk membantu presiden dalam menjalakan pemerintahan. Meskipun tidak mudah alias susah, tentu akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan tugas tersebut sebagai bentuk kontribusi kita sebagai warga negara yang baik dan pengabdian kita bagi bangsa dan negara. Pertanyannya, bagaimana kalau kita dipanggil oleh Yesus Sang Kepala Gereja untuk menjadi pelayan-Nya?
Panggilan Yesus kepada Simon dan Andreas maupun Yohanes dan Yakobus juga merupakan sebuah anugerah dan kesempatan serta kepercayaan yang luar biasa, sehingga Petrus sebenarnya merasa tidak layak dan tidak mampu (ay.8). Namun demikian iman dan ketaatan Petrus kepada Yesus menjadikan dia rela meninggalkan pekerjaannya untuk mengikut Yesus. Apalagi setelah melihat dan merasakan langsung kuasa Tuhan Yesus yang membuat mereka percaya kepada Yesus.
Pemerintahan Kerajaan Allah masih terus berjalan hingga Yesus datang kedua kalinya. Apakah jawaban kita ketika Tuhan memanggil kita untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam pewartaan Injil Kerajaan Allah melalui gereja-Nya? GKI Delima patut bersyukur karena saat ini sudah mendapatkan tambahan 4 orang calon penatua periode ke-1 dan 2 penatua periode ke-2 yang akan melayani dalam kemajelisan. Selain itu juga para penguruspengurus badan pelayanan (Komisi, Pokja, Rayon) yang nanti akan ditetapkan dalam Rapat Kerja (Raker) di bulan Ferbruari ini.
Selamat kepada para bp-ibu-sdr yang sudah menyatakan bersedia untuk menjawab panggilan Tuhan untuk melayani-Nya sebagai pengurus Badan Pelayanan di GKI Delima periode 2022- 2024 maupun para Calon Penatua (CPnt) GKI Delima Periode 2022- 2025. Semoga di tahun-tahun berikutnya semakin banyak umat Tuhan yang terpanggil untuk melayani Dia dalam pelayananpelayanan lainnya. Tuhan memberkati kita senantiasa.
Pdt. Adi Cahyono







