Sayur asam tidak akan enak bila tanpa asam dan garam. Rasa asam dan asinnya garam membuat sayur asam menjadi segar dan nikmat. Begitu pula kehidupan bila tanpa pencobaan tidak akan nikmat dan menyegarkan.
Pencobaan adalah bagian yang tak bisa lepas dari kehidupan manusia. Setiap hari ada saja pencobaan yang kita hadapi. Apalagi dimasa-masa pra paskah ini saat kita melakukan puasa atau penyangkalan diri. Entah kenapa jika kita puasa maka godaan lapar dimana makanan atau minuman yang kita sukai sekali malah sering muncul. Pantangan marah malahan kita jadi lebih sensitif atau merasa ada saja godaannya untuk marah-marah. Inilah gambaran kehidupan. Satu hal yang kita renungkan bahwa pencobaan juga dialami oleh Tuhan Yesus Kristus.
Tuhan Yesus Kristus mengalami pencobaan oleh Iblis sebanyak 3 kali. Tiga kali dicobai: urusan perut atau makanan atau roti, urusan harta benda atau kemegahan, urusan kekuasaan atau penyembahan di dalam kehidupan semesta. Tuhan Yesus menghadapi cobaan itu. Dalam pencobaan yang dialami Tuhan Yesus, Tuhan Yesus memberikan jalan keluarnya, yaitu:
- Manusia bukan hidup dari roti saja. Pemeliharaan manusia bukan dari makanan namun menjamin berkat dan pemeliharaan hidup manusia adalah Tuhan Allah: SANG SUMBER HIDUP. Iblis gagal menyuruh Yesus mengubah batu menjadi roti. Iblis bukan “BOS”nya Yesus tapi Yesuslah “The Big BOS.”
- Ingatlah siapa yang manusia sembah. Hati-hati kemewahan dan kemuliaan dunia menyilaukan dan membuat manusia gampang mengalihkan hati dan hidupnya pada siapa yang memberi kenyamanan dan kemudahan dalam hidup. Hanya Allah Bapa yang harus disembah.
- Jangan menguji Tuhan dan memerintahkan Tuhan Yesus melakukan sesuatu supaya Tuhan Yesus terbukti hebat. “Jangan mencobai Tuhan Allahmu.” Ingatlah bahwa Tuhan Yesus itu Tuhan yang maha tahu. Tahu apa yang terbaik, tahu waktu yang tepat dan cara yang tepat dalam hidup ini. Ketika kita dicobai ingatlah SANG SUMBER KESELAMATAN dalam hidup kita.
Tuhan Yesus berhasil mengalahkan Iblis, namun Iblis tetap berusaha untuk mencari waktu yang tepat untuk mencobai Yesus dan umat-Nya. Dalam pencobaan dibukit Yesus menang dan dalam Salib Yesus menang total dan mutlak. Oleh karena itu mari terus berusaha untuk mengingat: Siapakah menjadi sumber hidup kita? SolaGraCia.
Pdt. Ima F. Simamora








