Semua manusia pasti pernah bergumul melawan dosa dan kematian bahkan orang Kristen sekalipun pernah mengalaminya. Jatuh bangun dalam perbuatan dosa yang seolah tidak ada habisnya dan pada akhirnya takut menghadapi kematian karena masih merasa memiliki banyak dosa. Selama kita masih hidup dalam tubuh yang fana, godaan itu akan terus hadir. Kalau kita tidak dekat dengan Allah dan tidak mau dengar-dengaran pimpinan Roh-Nya, kita bisa gagal. Kita bisa terjebak lagi pada kedagingan manusia lama kita. Lalu bagaimana cara agar kita tidak mudah jatuh, melainkan semakin lama semakin kokoh dalam iman dan kekudusan?
Kristus memang mati di kayu salib, tetapi Ia bangkit kembali pada hari yang ketiga dan Ia tidak mati lagi. Bahkan Ia pun telah naik ke sorga. Semua itu adalah bukti bahwa tidak ada kuasa apa pun yang dapat mengalahkan kuasa Yesus. Kuasa Kristus lebih besar dari kuasa dosa. Apabila kita bersekutu dengan-Nya dalam iman, kita pun akan mengalami kuasa Yesus itu. Paulus mengingatkan bahwa sifat menyukai dosa (kuasa dosa) sudah mati oleh kuasa salib Kristus. Kuasa kebangkitan Kristus memberikan karunia bagi orang percaya suatu sifat ingin “menyerahkan diri bagi kemuliaan Tuhan” (Rom 6:11b). Persis seperti teladan Kristus ketika Ia hidup di dunia. Kebangkitan-Nya telah mengerjakan itu dalam kita.
Kuasa Yesus sekarang membangkitkan dalam diri kita hasrat baru untuk hidup kudus dan menyenangkan hati Tuhan. Kita harus memandang diri kita sekarang sebagai hidup bagi Allah. Oleh karena itu panggilan hidup anak-anak Tuhan adalah menyerahkan anggota-anggota tubuh untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang baik yang menjadi berkat buat orang lain dan yang memuliakan Tuhan (Rom 6:13b). Apa saja yang bisa kita lakukan?
Pakailah mata kita untuk memandang keindahan ciptaan Tuhan dengan rasa takjub sehingga hati dan mulut kita tak putus-putus memuji kebesaran-Nya.
Gunakan tangan kita untuk menopang orang yang jatuh tersandung, sebagai wujud kasih karunia Allah dalam diri kita.
Berdayakan talenta yang kita miliki agar makin banyak orang yang merasakan pertolongan Allah lewat hidup dan karya kita.
Hal itu merupakan beberapa wujud sikap orang yang diubahkan oleh kuasa kebangkitan-Nya. Lakukanlah semua itu dengan ketulusan dan iman, maka niscaya kuasa kebangkitan Kristus akan menjadi kesaksian yang nyata bagi banyak orang. Selamat Merayakan Paskah.
Pnt. Adi Cahyono, M. Si. (Teol)







