Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

“...Demikianlah Yusuf muncul sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir.
Yusuf berumur tiga puluh tahun ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir itu.
Maka pergilah Yusuf dari depan Firaun, lalu dikelilinginya seluruh tanah Mesir...”
(Kejadian 41:45b-46)

Umumnya orang melakukan apa saja demi untuk mendapatkan jabatan/kedudukan, atau menjadi pemimpin. Tapi bagi para abdi Tuhan jabatan sebagai pemimpin merupakan anugerah dan panggilan dari Tuhan sendiri (baca: panggilan spiritual). Terlepas dia masih muda, masa lalunya penuh dengan pengalaman pahit atau bahkan secara manusia tidak layak sekalipun. Tetapi ketika Tuhan menghendakinya maka tugas itu harus dijalankan dengan penuh rasa syukur, iman dan ketulusan. Hal semacam inilah yang dialami dan dijalani Yusuf anak Yakub.

Setelah dijual sebagai budak oleh saudara kandungnya sendiri, 13 (tiga belas) tahun Yusuf ada di Mesir sebagai budak. Hidupnya penuh penderitaan, ia difitnah oleh istri Potifar, lalu ketika di penjara Yusuf dilupakan oleh juru minuman. Namun pengalaman itu telah membentuk Yusuf menjadi pribadi yang rendah hati dan selalu bergantung pada Allah. Tanpa berusaha memuliakan diri sendiri, Yusuf dengan rendah hati mengakui bahwa kemampuannya membaca peristiwa di masa mendatang berasal dari Allah sendiri. Berkat kesetiaan dan penyerahan diri pada Allah itulah, akhirnya Yusuf siap menerima kemuliaan yang Allah berikan melalui Firaun menurut waktu yang ditetapkan-Nya. Keteguhan hatinya untuk mempertahankan iman dan identitasnya telah membuat nama Allah dipermuliakan (Kejadian 41:38). Meski untuk itu Yusuf mengalami penderitaan sebagai seorang budak, dipenjarakan bahkan menghadapi risiko kehilangan nyawa!

Betapapun tuntutan zaman maupun tekanan hidup mendesak kita, kita harus tetap berjalan lurus di dalam iman kita kepada Kristus. Bahkan jika itu berisiko nyawa kita! Panggilan untuk menjadi alat di tangan Tuhan juga harus disambut dengan penuh rasa syukur, iman dan ketulusan untuk menyatakan karya Allah di tengah dunia.

GKI Delima saat ini sedang melakukan proses pemilihan calon penatua untuk mengisi beberapa posisi dalam struktur kemajelisan. Bukan tidak mungkin Tuhan akan memanggil para kaum muda untuk menjalakan tugas ini. Oleh sebab itu mari kita ikut menggumulkan (mendoakan) proses ini, agar mereka yang terpanggil untuk menjadi abdi-abdi Tuhan ini benar-benar memiliki keteguhan hati dan rindu untuk menyatakan kemuliaan Tuhan dalam setiap karya dan pelayanan mereka baik di tengah umat maupun masyarakat. Khususnya sebagai calon-calon pemimpin di GKI Delima ini. Soli Deo Gloria.

 

Pnt. Adi Cahyono, M.Si (Teol.)

Keluargaku Lingkunganku

 

Sub Tema Tahun Pelayanan 2025 - 2026

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
Minggu Pukul 06.30 WIB
Minggu Pukul 09.00 WIB (Hybrid)
Minggu Pukul 17.00 WIB

Facebook GKI Delima

Download Buku HUT 40 Tahun

 

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian