Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

Menjadi kaya dan terkenal serta dihormati karena jabatan tertentu adalah harapan manusia pada umumnya. Semua orang tentu tidak menolak ketika nasib membawanya pada kondisi tersebut. Namun akan menjadi persoalan jikalau untuk mendapatkannya dengan cara-cara yang salah dan untuk mempertahankan kekayaan dan kehormatan/kedudukan tersebut melalui permufakatan jahat yang merugikan atau bahkan menghancurkan/menyingkirkan orang lain.

Pada Minggu Prapaskah II ini fokus bacaan Injil Lukas 13:31-35 adalah Yesus yang berkarya memberitakan Injil, mengusir setan dan menyembuhkan, walaupun dibayang-bayangi bahaya yang mengancamNya, yaitu kekuasaan Herodes, dan Yerusalem sebagai pusat kekuasaan dengan para pemimpin agama Yahudi yang berkonspirasi untuk membunuh-Nya. Posisi Yesus pada masa itu sama seperti nabi-nabi yang dibunuh di Yerusalem, yaitu kritis terhadap penguasa, sambil terus melayani rakyat yang membutuhkan pertolongan. Sedangkan bacaan kedua dari Filipi 3:17- 4:1 situasinya berbeda. Jemaat Filipi tidak menghadapi penderitaan penganiayaan, melainkan tantangan terkait dengan kehebatan dan hidup hedonis ala Yunani Romawi yang ditawarkan kota Filipi, yang dapat menjauhkan jemaat dari jalan Yesus yaitu jalan kerendahan dan penderitaan, jalan sebagaimana telah diteladani oleh Paulus juga.

Dari kedua bacaan tersebut kita menjadi tahu bahwa tantangan pengikut Kristus bisa bermacam-macam. Ada tantangan yang terkait dengan politik dan kekuasaan, ada pula tantangan yang terkait dengan kenikmatan duniawi. Keduanya sama-sama menolak Yesus. Kekuasaan dan politik menyebabkan Yesus disalib dan pengikut-pengikutNya dapat mengalami penderitaan seperti Yesus. Namun kenikmatan duniawi pun berbahaya, karena secara tidak sadar dapat menjauhkan manusia dari mengikut Yesus di jalan penderitaan dan kerendahan-Nya.

Kita mestinya bersyukur, kehidupan orang Kristen masa kini jauh lebih baik bila dibandingkan dengan situasi jemaat perdana. Memang di sana-sini mungkin ada yang mengalami kesukaran karena mereka adalah pengikut Kristus, namun keadaannya tak seberat zaman gereja perdana yang mengalami penganiayaan. Gereja masa kini masih dapat melayani masyarakat, sekalipun kadang ada penolakan. Gereja juga masih dapat berkembang, sekalipun kadang ada kesulitan memperoleh izin resmi. Dalam keadaan seperti ini sudah semestinya gereja tetap giat melayani masyarakat.

Melalui kedua bacaan ini mari kita belajar menghayati jalan penderitaan dan kerendahan yang ditempuh oleh Yesus. Sikap Yesus penting bagi gereja masa kini, agar gereja tidak sekedar bangga mengenal atau memiliki anggota yang berjabatan di tengah masyarakat. Gereja dipanggil untuk bersikap kritis dan berani menyuarakan suara kenabian terhadap ketidakbenaran dan ketidakadilan. Gereja dipanggil untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan, tidak hanya bagi diri sendiri melainkan bagi semua orang. Panggilan ini sejalan dengan panggilan untuk melayani orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Sikap Paulus yang meneladani Yesus, dan menjadi teladan bagi jemaat Filipi juga sangat penting bagi umat masa kini yang banyak dipengaruhi kehebatan kenikmatan duniawi.

Marilah melalui Aksi Puasa Paskah tahun ini, kita semakin dapat mengurangi keserakahan/ketamakan diri dan mewujudkan kepedulian kepada sesama yang membutuhkan. Melalui hal itu, maka kita akan semakin berkenaan dalam melakukan kehendakNya.

Pdt. Adi Cahyono, M.Si

Gereja yang Menjadi Berkat Bagi Sesama

Sub Tema Tahun Pelayanan 2016 - 2017

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
1. Minggu Pukul 06.30 WIB
2. Minggu Pukul 09.00 WIB
3. Minggu Pukul 17.00 WIB

 

Facebook GKI Delima

 

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian