“… Janganlah gemetar, janganlah takut kepada mereka; TUHAN, Allahmu, yang berjalan di depanmu, Dialah yang akan berperang untukmu sama seperti yang dilakukan-Nya bagimu di Mesir, di depan matamu, dan di padang gurun, di mana engkau melihat bahwa TUHAN, Allahmu, mendukung engkau, seperti seseorang mendukung anaknya, sepanjang jalan yang kamu tempuh, sampai kamu tiba di tempat ini” (Ulangan 1:29-31)
Seorang suami duduk di ruang kerjanya. Ia mengambil penanya dan mulai menulis : “ Tahun ini, saya harus dioperasi untuk mengeluarkan batu empedu. Saya harus terbaring cukup lama di ranjang. Di tahun yang sama saya berusia 60 tahun dan harus keluar dari pekerjaan di perusahaan percetakan yang begitu saya senangi, yang sudah saya tekuni selama 30 tahun. Di tahun yang sama, saya ditinggalkan papa yang tercinta. Dan masih di tahun yang sama anak saya gagal di ujian akhir kedokteran, karena kecelakaan mobil. Biaya bengkel akibat kerusakan mobil ada bentuk kesialan di tahun itu. “ Akhirnya dia menulis : “ Sungguh ! Tahun yang sangat buruk !”
Istrinya masuk ke ruangan dan menjumpai suaminya yang sedang sedih dan termenung. Dari belakang sang istri melihat tulisan sang suami. Perlahan-lahan ia mundur dan keluar dari ruangan, 15 menit kemudian dia masuk lagi dan meletakkan sebuah kertas berisi tulisan sebagai berikut :
Tahun ini akhirnya saya berhasil menyingkirkan kantong empedu saya yang selama bertahun-tahun membuat perut saya sakit. Tahun ini saya bersyukur bisa pension dengan kondisi sehar walafiat. Sekarang saya bisa menggunakan waktu saya untuk menulis sesuatu dengan fokus yang lebih baik dan penuh kedamaian. Pada tahun yang sama ayah saya yang berusia 95 tahun, tanpa kondisi kritis menghadap Sang Pencipta. Dan masih di tahun yang sama, Tuhan melindungi anak saya dari kecelakaan yang hebat. Mobil kami memang rusak berat akibat kecelakaan tersebut, tapi anak saya selamat tanpa cacat sedikit pun. Pada kalimat terakhir ia menulis : Tahun ini adalah tahun yang penuh limpahan rakhmat Tuhan yang luar biasa dan kami lalui dengan takjub.
Bagaimana kita memandang hal-hal yang kita alami? Dari sudut pandang yang positip atau negatip ? Dari 12 pengintai yang diutus Musa mengintai - negeri Kanaan, 10 orang menggunakan sudut pandang negatip dan karenanya melaporkan hal-hal yang menakutkan tentang penduduk Kanaan (Bil 13:32, 33). Hanya Kaleb dan Yosua yang tetap punya pandangan positip karena tetap mau berpegang pada janji Tuhan. Mari berlatih melihat suatu masalah dari sudut pandang positif. Mari kita lalui jalani tahun 2016 dengan penuh syukur, sukacita dan optimis.
Pdt. Meitha Sartika, Th. M








