Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

Semakin mendekati 17 April 2019 ini, persaingan antara TKN dan BPN semakin sengit. Saling lontar sindiran sampai serangan terjadi. Yang berbahaya bukan persaingan di kalangan elit yang bermain di wahana wacana, orang-orang di akar rumput justru gampang terbakar. Gesekan yang terjadi bukan saja di media sosial, melainkan juga di lapangan. Semakin mendekati hari pencoblosan, potensi jotosan makin membesar. Kasus bapak berkaos Jokowi yang dikeroyok sejumlah orang yang baru mengikuti kampanye Prabowo di daerah Purworejo mengindikasikan hal ini. Orang yang memakai kaus tertentu dilarang masuk wilayah yang menjadi basis pesaingnya. Perang mulut bisa berubah menjadi tukar tampar sampai perang parang. Narasi kebencian bahkan perang terus berkumandang sehingga kita yang sebenarnya bersaudara menjadi saling cela bahkan saling mendera. Ketika hoaks dan radikalisme dibiarkan merajalela maka kedamaian menjadi tersingkirkan.

Dalam bacaan injil Lukas 19:28-40 hari ini kita melihat bagaimana nubuatan Nabi Zakaria yang disampaikan beberapa abad sebelumnya yang menyatakan bahwa Mesias akan memasuki Yerusalem sebagai Raja yang lemah lembut dan membawa berita damai telah digenapi (Za 9:9). Yesus mengendarai keledai menuju Yerusalem (36.) Melihat hal itu, murid-murid-Nya menghamparkan pakaian mereka di jalan (ay. 36), bagaikan karpet merah yang dibentangkan bagi tamu kehormatan pada zaman sekarang. Mereka juga memuji Dia karena segala karya ajaib yang telah Dia lakukan. Mereka memuliakan Dia sebagai Raja yang datang dalam nama Tuhan (ay. 37-38).

Tetapi bagi para pemimpin agama, pujian terhadap Yesus terlalu berlebihan. Maka mereka meminta Dia untuk menghentikan (membungkam) pujian murid-murid-Nya (ay. 39). Namun Yesus, yang ingin memasuki Yerusalem dengan menyatakan diri sebagai Mesias, menolak permintaan mereka. Ketika suara kebenaran dibungkam hoaks dan gerakan radikalisme akan mudah menyebar kemana-mana. Karena itu Yesus menolak pembungkaman itu. Memang sebelumnya Ia menolak sebutan Mesias secara terbuka, sehingga Ia menyebut diri-Nya Anak Manusia. Tetapi saatnya sudah semakin dekat, saat penggenapan nubuat mesianik, saat Ia menyatakan diri sebagai Raja yang dijanjikan. Ia harus dimuliakan sebagai Mesias pada saat itu.

Pembungkaman terhadap berita damai sejahtera Allah bisa terjadi dimana-mana. Ketika narasi kebencian dan peperangan terhadap sesama karena haus kekuasaan atau hasrat ketamakan terus dikumandangkan, maka kita tidak boleh tinggal diam. Narasi kedamaian dan ketentraman harus digaungkan meskipun untuk mewujudkannya penuh tantangan dan ancaman. Oleh sebab itu marilah kita suarakan damai dengan menghentikan hoaks dan narasi kebencian dan peperangan diganti dengan narasi kasih dan damai. Suarakanlah Damai

Pdt. Adi Cahyono M.Si

 

Gereja yang Menjadi Berkat Bagi Sesama

Sub Tema Tahun Pelayanan 2016 - 2017

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
1. Minggu Pukul 06.30 WIB
2. Minggu Pukul 09.00 WIB
3. Minggu Pukul 17.00 WIB

 

Facebook GKI Delima

 

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian