“Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu Jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.”
(Matius 3:12)
Pada musim panen gandum di Israel para petani sudah terbiasa untuk menampi gandum-gandum hasil panen dari biji-biji ilalang dengan menggunakan alat penampi. Alat penampi adalah sebuah alat yang berfungsi untuk memisahkan antara gandum dengan jerami. Bentuknya seperti sekop garpu, setelah panenan gandum diirik (diinjak-injak atau dipukul-pukul) alat penampi akan digunakan untuk menyekop dan melemparkan ke udara berlawanan dengan arah angin. Jerami yang ringan dan bulir gandum yang kosong akan terbawa angin. Gambaran menampi digunakan Yohanes Pembaptis untuk mengingatkan bahwa Sang Mesias yang sudah hadir dalam kehidupan akan datang kembali untuk memisahkan mana orang yang sungguh-sungguh menantikan kedatangan-Nya dengan benar dan mana yang tidak. Mana yang menyambut keselamatan dari Tuhan dan mana yang meremehkannya. Mana yang hidupnya memberikan dampak positif bagi kehidupan bersama dan mana yang tidak. Mereka yang memberikan dampak positif bagi kehidupan bersama inilah yang siap ditampi oleh Tuhan Yesus saat kedatangan-Nya kembali. Bagaikan bulir gandum yang berisi penuh.
Gambaran kehadiran Tuhan Yesus yang akan manampi ini menjadi awal dari kita memasuki masa raya natal yang diawali dari minggu-minggu Adven. Kata Adven berasal dari kata adventus dari bahasa Latin yang berarti kedatangan. Secara umum, masa adven dan maknanya adalah masa pengharapan, penantian dan persiapan untuk menyambut kedatangan dan kelahiran Tuhan Yesus Kristus yang dirayakan pada saat Natal. Dimasa Adven masa penantian ini umat diharapkan melakukan persiapan-persiapan diri. Persiapan diri yang dimaksud adalah ‘berjaga-jaga’, karena memang inilah yang diperintahkan oleh Kristus untuk menyambut kedatangan-Nya (Mat. 24:42. Mat. 25:13; Mrk 13:33). Sedangkan, ‘Berjaga-jaga’ di sini maksudnya adalah untuk mengarahkan pandangan kita kepada hal-hal surgawi saja, dan bukan kepada hal-hal duniawi, pesta pora, dan dosa, seperti yang dilakukan orang banyak pada jaman nabi Nuh (Mat. 24:37-39, Kej. 6:5-13). Persiapan diri juga dilakukan dalam tindakan pertobatan yang sunguh-sungguh. Pertobatan yang diserukan oleh Yohanes Pembabtis dengan tindakan perubahan hidup yang mendasar dan radikal. Dalam tindakan pertobatan maka akan hadir berita keselamatan, pengajaran, teladan dan karya Yesus yang berdampak bagi kehidupan.
Jadi di masa Adven ini mari kita bersama-sama berefleksi dan mawas diri bagaimana kita hidup sembari mempersiapkan diri untuk kedatangan Tuhan Yesus kedua kalinya dengan menjaga sikap, perubahan sikap dan mengahadirkan pertobatan dengan karya-karya hidup yang memberkati kehidupan. Selamat memasuki masa raya Natal. Jb.
-Solagracia-
Pdt. Ima F. Simamora







