Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

Asri seorang anak yang riang dan semangat. Dia adalah salah satu anak sekolah minggu di gereja itu Sangat mudah untuk mengenalinya karena Asri memiliki keistimewaan, yaitu memakai kacamata yang sangat tebal sekali. Setiap ke sekolah minggu Asri diantar kedua orang tuanya atau salah satu orang tuanya masuk ke kelas. Asri menderita kerusakan mata yang hampir buta. Ia hanya bisa melihat bayangan yang sangat samar sekali. Namun hal ini tidak mengurangi Asri berprestasi disekolah, ia masuk sekolah yang tergolong favorit dikotanya. Asri juga sangat antusias pelayanan dalam berdoa dan belajat bermain piano.

Suatu saat salah satu guru sekolah minggunya singgah kerumah Asri dan menanyakan bagaimana ya kok Asri kok bisa berprestasi? Ternyata selama ini mama atau papa Asri selalu menceritakan apapun yang orang tua Asri lihat dan seringkali mengingatkan Asri dengan kata-kata: “mata mama dan Papa jadi mata kamu.” Kata-kata dan perbuatan Papa dan Mama nya inilah yang memberikan kekuatan dan semangat sehingga Asri semangat dan berprestasi. Bahkan dengan terapi-terapi penglihatan Asri semakin jelas. Asri bisa melihat dengan jarak maksimal 1 meter walau kejelasannya 70%. Ini adalah mujizatnya.

Saudara bagi kita yang sudah sangat terbiasa dengan mata kita yang bisa melihat dengan jelas dan terang mungkin saja menjadi bagian tubuh yang biasa saja atau kurang terperhatikan. Namun jika mata itu sakit atau buta maka kita baru sadar betapa pentingnya mata bagi tubuh dan kehidupan kita.

Dalam relasi kita dengan Tuhan Allah bisa juga seperti biasa saja, dan fungsi antara Allah dan kita juga biasa saja. Tuhan Allah Sang sumber kita penerima berkat. Tuhan Allah yang memberkati kita yang berusaha. Jika seperti itu betapa sayang sekali. Karena keberadaan Tuhan Allah dan relasi kita dengan Tuhan Allah sangatlah penting dan kita sangat tergantung pada Tuhan Allah. Dalam Firman Tuhan yang kita baca, disaksikan bahwa Tuhan Yesus Sang Mesias telah hadir dari awal sebelum dunia dijadikan. Tuhan Allah menjadi Sang Pencipta, Tuhan Allah menjadi Terang, Tuhan Allah menjadi sumber kehidupan dan Tuhan Allah menjadi Sang Pelindung. Tuhan Allah yang juga sangat rindu agar setiap murid-murid-Nya tidak hanya merasakan berkat dan terang, hidup dari-Nya tetapi jadi Saksi yang hidup. Tuhan Allah yang terus mencipta, terus setia menerangi kehidupan, terus memberkati, terus merengkuh dan terus mencintai kita. Tuhan Allah itu konsisten dan setia.

Kesetiaan Tuhan Allah inilah yang menjadi harapan kita, dimana dalam kondisi gelap, buta, sakit, bahkan berdosa Tuhan Allah tidak meninggalkan kita. Tuhan Allah tetap konsisten dan setia menjadi Tuhan dan penopang hidup kita. Namun apakah kita juga setia untuk terus menjadikan Tuhan Allah sumber terang kehidupan kita? apakah kita bergantung penuh kepada Tuhan Allah sebagai penuntun hidup kita?. Jika hari-hari yang kita jalani dan kita lakukan kita harapkan lebih baik maka setialah dan tergantunglah penuh dengan Tuhan Allah. Yakinlah saudara- saudari sekalian Tuhan Allah selalu ada dan hidup.
Amin

Pdt. Ima F. Simamora

Komunitasku, Keluargaku: Bersama, Bertumbuh, dan Berdampak

Sub Tema Tahun Pelayanan 2026 - 2027

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
Minggu Pukul 06.30 WIB
Minggu Pukul 09.00 WIB (Hybrid)
Minggu Pukul 17.00 WIB

Facebook GKI Delima

Download Buku HUT 40 Tahun

 

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian