Bacaan I : Yeremia 31 : 7-14
Mazmur : Mazmur 147 : 12-20
Bacaan II : Efesus 1 : 3-14
Bacaan Injil: Yohanes 1 : 1-18
Berjalan di tengah kegelapan adalah suatu pekerjaan yang sangat sulit. Ketiadaan terang membuat manusia pada umumnya sulit menentukan langkah geraknya. Oleh karena itu, terang menjadi salah satu kebutuhan manusia yang sangat vital. Dari masa ke masa, manusia berupaya menghadirkan terang di dalam kehidupan. Pada masa kuno, penggunaan lampu minyak dan lilin dari lemak hewan dan lebah telah menjadi perjuangan manusia untuk menghadirkan terang di tengah kegelapan. Lampu pijar yang diciptakan Thomas Alva Edison merupakan salah satu penemuan terbesar di dalam sejarah manusia, setelah beragam upaya manusia menemukan alat bantu penerangan di dalam kehidupan. Sebelum Thomas Alva Edison menemukan lampu pijar, tokoh-tokoh seperti Alessandro Volta, Humphrey Davy, dan Joseph Swan berupaya menemukan lampu pijar yang berfungsi menerangi jalan atau pun berbagai aktivitas manusia di dalam kegelapan. Sekali lagi, semua upaya ini menunjukkan betapa pentingnya terang dalam kehidupan manusia. Ketika Yesus hadir di tengah dunia, manusia pun sedang merindukan terang yang hadir untuk menerangi dunia. Ini dikarenakan dunia, dalam konteks bangsa Israel, sedang merindukan kehadiran Mesias yang dapat membebaskan mereka dari kegelapan penjajahan yang dilakukan oleh kekasiaran Roma. Oleh karena itu, Yesus digambarkan sebagai Sang Terang yang menerangi kegelapan dunia (Yoh. 1:4-5). Sekalipun demikian, kehadiran Yesus tidak berarti bahwa Sang Terang pernah tidak hadir di tengah-tengah dunia yang gelap. Yohanes 1:1-3 memberikan gambaran mengenai Yesus sebagai Sang Firman dan Firman itu sudah ada bersama dengan Allah dari permulaan. Bahkan, Firman itu sendiri adalah Allah. Oleh karena itu, menghayati konsep Yesus sebagai Sang Firman sekaligus Sang Terang akan menolong kita untuk melihat kehadiran Allah, Sang Terang Sejati, sebagai bagian dari perjalanan hidup manusia, bahkan dalam kondisi tergelap sekalipun.
(Disadur dari Buku Dian Penuntun Edisi 40)








