Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

Tindakan mukjizat Yesus memberi makan 5000 orang lebih dengan lima roti dan dua ikan menyatakan bahwa Ia berkuasa membuat mukjizat. Hal itu juga memberikan bukti bahwa Ia peka, peduli dan sanggup memberi daya hidup di tengah berbagai keterbatasan dan ketidakberdayaan manusia. Setelah itu dalam rangkaian peristiwa tersebut Yesus mengajarkan hal yang sangat mendasar dan penting bahwa Ia sendirilah Sang Roti Hidup. Ia adalah sumber berkat atau disebut juga roti hidup. Roti hidup merupakan kiasan atas tubuh-Nya yang Ia korbankan untuk memberi kehidupan kekal. Itulah harga yang harus Yesus bayar agar manusia dapat masuk ke dalam Kerajaan Surga. Yesus juga mengatakan bahwa Dialah "roti dari surga", orang yang percaya dan menerima Dia niscaya memperoleh hidup yang kekal. Hal ini memperlihatkan kepada kita besarnya kasih Allah bagi dunia (bdk. Yoh 3:16). Dengan menerima Yesus dan pengorbanan-Nya kelak mereka dapat diluputkan dari maut dan bukan sekadar dari kelaparan sesaat. Namun ada orang-orang Yahudi yang bersungut-sungut tidak dapat menerima pengajaran-Nya karena mereka mengenal latar belakang Yesus dan keluarganya (ay.42).

Ketika Yesus menegaskan perlunya orang banyak percaya kepada-Nya, mereka malah meminta tanda agar bisa percaya kepada Yesus (ay. 28-31). Mereka menantang Yesus untuk membuat mukjizat yang lebih besar dari yang Musa lakukan dengan memberi manna di padang gurun. Yesus meluruskan pikiran mereka dengan mengingatkan bahwa bukan Musa, melainkan Allah, yang memberi makan orang Israel di padang gurun (ay.31-32). Jawaban Yesus tersebut bertujuan membongkar kedangkalan orientasi hidup orang-orang Yahudi. Dari pembacaan Injil hari ini perlu juga kita ingat bahwa orang yang bisa percaya kepada Yesus ternyata bukan karena ia yang memilih untuk percaya, melainkan karena Bapa yang menarik dia untuk percaya (ay. 44). Orang itulah yang akan dibangkitkan Yesus pada akhir zaman. Sebab ia telah menerima sang Mesias.

Berbahagialah kita yang telah dan tetap percaya kepada Yesus, karena Dialah Roti Hidup yang memberi hidup kekal. Bila kita telah percaya kepada Kristus, kita harus bersyukur karena itu berarti Bapa telah menarik kita untuk percaya. Itu bisa terjadi hanya karena anugerah Allah semata bagi kita. Maka respons seharusnya adalah bersyukur atas anugerah terindah itu! Memiliki keyakinan iman tentang tindakan Allah yang memberi daya hidup sangat dibutuhkan di tengah ancaman kehidupan yang bisa dialami khususnya di tengah pandemi saat ini. Marilah kita terus setia dalam iman kita agar sekarang dan seterusnya, sehingga nanti kita dapat menjalani kehidupan kekal di dalam Dia. Tuhan beserta kita senantiasa.

 

(Pdt. Adi Cahyono)

Komunitasku, Keluargaku: Bersama, Bertumbuh, dan Berdampak

Sub Tema Tahun Pelayanan 2026 - 2027

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
Minggu Pukul 06.30 WIB
Minggu Pukul 09.00 WIB (Hybrid)
Minggu Pukul 17.00 WIB

Facebook GKI Delima

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian