Syair dan lagu: What a Wonderful Change / Since Jesus Came Into My Heart, Rufus Henry Daniel, 1914; Terjemahan: Yamuger, 1999
1. Perubahan besar di kehidupanku
sejak Yesus di hatiku;
di jiwaku bersinar terang yang cerlang
sejak Yesus di hatiku.
Refrein:
Sejak Yesus di hatiku,
sejak Yesus di hatiku,
jiwaku bergemar, bagai ombak besar
sejak Yesus di hatiku.
2. Aku tobat, kembali ke jalan benar
sejak Yesus di hatiku;
dan dosaku dihapus,jiwaku segar
sejak Yesus di hatiku.
3. Aku rindu pergi ke tempat Tuhanku,
sejak Yesus di hatiku;
aku riang gembira berjalan terus
sejak Yesus di hatiku.
Rufus adalah seorang pendeta asal Ohio dan melayani di Christian Church Disciples of Christ. Lagu ini dia buat pada tahun 1914 ketika ia dan istrinya Margaret Dragoo kehilangan seorang anak mereka yang bernama Herschel. Lirik lagu ini kemudian digubah oleh Charles H. Gabriel dan pada tahun berikutnya diperdengarkan pada sebuah kebaktian “Billy Sunday”. Dan pada saat yang sama ada seorang polisi bernama Fowler mengikuti kebaktian tersebut dan kemudian ia memutuskan untuk menerima dan mengikut Yesus. Kemudian terjadi “perubahan ajaib” yaitu ratusan rekan Fowler yang sesama polisi datang dan menerima Kristus dalam hidup mereka dan bahkan keluarga mereka. Di dalam lagu tersebut nyata termaktub sebuah pengakuan bahwa ada perubahan dalam hidupnya ketika ia membiarkan Yesus menguasai hatinya. Dikatakan bahwa jiwanya bersinar terang, jiwanya bergemar bagai ombak besar, jiwanya segar, dan ia riang gembira berjalan terus menapaki kehidupan ini bersama dengan Yesus yang bertahta di hatinya. Kalau kita amati maka perubahan besar yang dimaksudkan oleh si pembuat lagu bukanlah sebuah perubahan lahiriah yang sifatnya permukaan saja tetapi sebuah perubahan yang bermula dari hati, bersumber pada jiwa terdalam seseorang yang jiwanya disentuh oleh kasih Yesus.
Lagu ini dipilih oleh PH2RG sebagai lagu tema (themesong) Masa Raya Paskah 2016 di GKI Delima, yang tahun ini mengambil tema:”Kebangkitan Kristus Mengubah Kita”. Adapun tujuannya ialah agar umat mengalami perubahan hidup setelah benar-benar menghayati penderita Kristus dan merasakan kasih-Nya yang begitu besar. Maka lagu ini dinyanyikan dalam setiap kebaktian selama masa Raya Paskah ini (kecuali di Rabu Abu, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Sunyi). Kiranya penghayatan kita dalam masa raya paskah kali ini, boleh membawa perubahan hidup yang berdampak bagi kehidupan sesama di sekitar kita. Khususnya untuk peningkatan kesejahteraan Guru-guru PAK di sekitar GKI Delima. Imanuel.
Pnt. Adi Cahyono M.Si. (Teol.)







