Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!" Mereka sangat heran mendengar Dia.

(Markus 12:17)

Banyaknya jenis persembahan yang dikumpulkan di gereja dari umat, hampir sejalan dengan banyaknya jenis pajak yang ditarik pemerintah kepada rakyat. Ada pajak Penghasilan Tahunan (PPh/SPT), Pajak pertambahan Nilai (PPn), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), dsb. Sedangkan di gereja ada persembahan rutin/mingguan, kegiatan sinodal-klasikal, Bulanan, Perpuluhan, Ucapan syukur, Aksi Puasa Paskah, Persembahan Syukur Tahunan (PST), belum lagi persembahan insidentil, dst. Maka cukup masuk akal kalau ada orang yang mengatakan “gereja kok sudah kayak pemerintah, pajaknya macem-macem”. Oleh sebab itu perlu untuk kita ingat kembali arti memberi persembahan kepada Tuhan dan memberi kepada Kaisar (baca:Pemerintah) serta sikap hati yang semestinya.

Jawaban Yesus atas pertanyaan orang Farisi dan Herodian yang hendak menjebak Dia bukanlah sekadar tangkisan verbal semata (Mrk 12:17). Ia tidak menjawab pertanyaan para penjebak-Nya secara langsung dan sesederhana: "boleh atau tidak." Tetapi jawaban-Nya mengedepankan prinsip bahwa Allah selalu mengatasi siapa pun termasuk Kaisar. Kesetiaan atas pemahaman ini menentukan apa saja yang menjadi hak Kaisar tanpa mengesampingkan tanggungjawabnya kepada Allah.

Jawaban Yesus ini juga menolong para pembaca Injil Markus untuk memahami bahwa kekristenan tidak mengajarkan perlawanan terhadap pemerintah. Kewajiban kepada Allah tidak begitu saja menghapuskan kewajiban kepada pemerintah, begitu pula sebaliknya. Berikan pajak kepada pemerintah, tetapi persembahkan hidupmu kepada Allah. Dengan kata lain kita harus patuh kepada pemerintah, namun kepatuhan itu tidak boleh mengurangi ketaatan kita kepada Allah. Allahlah Sang Raja yang harus kita taati sepenuhnya (bdk 1Pet 2:17).

Hal prinsip lainnya yang perlu diingat yang membedakan persembahan dengan pajak adalah pajak diberikan dengan ketentuan yang jelas presentasenya (eksplisit) dari pemerintah untuk mendukung jalannya pemerintahan. Sedangkan persembahan diberikan dengan kesadaran sebagai ucapan syukur atas berkat-berkat yang telah diterima dari Tuhan untuk mendukung pekerjaan/pelayanan Tuhan di dunia ini. Pemberian itu pun berdasarkan apa yang sudah dimiliki bukan apa yang tidak dimiliki sehingga tidak menjadi beban (2 Korintus 8:12). Jadi, sejauh mana kita bisa mensyukuri apapun yang kita dapatkan dan miliki saat ini asalnya dari Tuhan, maka itu akan menentukan sejauh mana pemberian kita kepada Tuhan untuk mendukung pelayanan atau pekerjaan Tuhan di dunia ini. Berikanlah yang terbaik dari hidup kita untuk kemuliaan Tuhan. Imanuel.

Pnt. Adi Cahyono M. Si (Teol.)

Keluargaku Lingkunganku

 

Sub Tema Tahun Pelayanan 2025 - 2026

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
Minggu Pukul 06.30 WIB
Minggu Pukul 09.00 WIB (Hybrid)
Minggu Pukul 17.00 WIB

Facebook GKI Delima

Download Buku HUT 40 Tahun

 

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian