Perilaku yang adalah hasil dari tindakan yang berulang-ulang.
Salam Kasih saudara-saudari sekalian
Kita bisa menemukan digerai-geral barang atau buah-buahan dipedagang buah atau supermarket dimana tertulis harga 20.000 dengan tulisan yang besar, saya kira sekilo ternyata 20.000/ 0,5kg tapi tulisan 0.5 kg kecil sekali dibandingkan angka 20.000, atau saat ada tulisan discount waghh bisa mengiurkan sejali namun harus hati-hati seringkali ada tulisan-tulisan dalam ukuran kecil yang tertulis yang seringkali terabaikan.
Dalam kehidupan keseharian kita tanpa kita sadari, perilaku kita adalah hasil dari tindakan-tindakan yang sangat sederhana bahkan kita anggap kecil. misalnya mengantri tidak sedikit orang yang lebih senang menyerobot dengan berbagai alasan padahal mengantri adalah tindakan yang menghargai orang lain, berkata jujur, suap: misalnya saat kena tilang, mengurus beberapa dokumen. Sering kall tidakan tersebut sudah dianggap biasa bahkan dianggap benar.
Pembacaan kita mempersaksikan tindakan seorang bendahara yang dianggap cerdas' dimana bendahara ini mendapatkan hukuman karena suap dilakukan. Oleh karena itu bendahara ini mempersiapkan diri untuk menyelamatkan masa depan dirinya. Tindakan penyelamatkan ini dengan memberikan potongan yang sangat besar kepada para penghutang. Sehingga para penghutang merasa bendahara ini sangat baik sekali; dari utang materi jadi utang budi. Bagaimanapun perilaku sang bendahara ini tidak dapat dibenarkan namun kita bisa mengambil sisi positif yaitu bagaimana sang bendahara yang berperilaku tidak baik dapat menggunakan kesempatan untuk meraih keselamatan. Apalagi kita sebagai anak-anak Tuhan Allah yang sudah diselamatkan oleh Tuhan Yesus seharusnya jauh lebih bisa menggunakan kesempatan dan waktu untuk menghadirkan keselamatan bagi kehidupan namun dengan cara-cara yang benar dan sesuai dengan firman Allah.
Sola Gracia
Pdt. Ima F. Simamora







