”Yesus mendekati mereka dan berkata: ”Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, “Misi Allah Trinitas” Matius 28:16-20 No. 009 | Minggu, 04 Juni 2023 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Matius 28:18-20.
Allah Bapa-Allah Anak-Roh Kudus sebagai Allah Tri Tunggal atau Trinitas merupakan pondasi dasar dari iman Kristen. Allah dalam keterikatan yang Ilahi dalam seluruh sejarah penciptaan dan karya keselamatan dalam kehidupan. Allah yang mempersaksikan diri sebagai Allah yang menciptakan kehidupan (Allah Bapa), Allah yang menyelamatkan kehidupan (Yesus Kristus) dan Allah merengkuh kehidupan (Roh Kudus). Allah yang menyatakan diri-Nya sebagai Allah yang hidup senantiasa dan terus berkarya dalam misi menghadirkan keselamatan bagi kehidupan kini dan selamanya. Keselamatan yang tidak terbatas bagi kehidupan orang Kristen namun bagi semua makhluk dalam kehidupan ini.
Seorang murid perguruan silat akan dilatih dengan sangat keras dan disiplin untuk belajar ilmu-ilmu silat. Bahkan para murid ini hidup bersama dengan guru-guru silat dan melakukan kehidupan keseharian bersama guru silat di padepokan. Tenyata bukan hanya sekedar latihan rutin untuk mengasah keterampilan namun juga mereka dilatih untuk bagaimana menggunakan ilmu, nilai-nilai sebagai seorang jawara. hidup seharusnya sebagai seorang pesilat yang baik sebagai seorang jawara yang berkualitas dan bisa melatih orang-orang lainnya. Sehingga ilmu silat bukan hanya untuk jago-jagoan tetapi untuk menolong orang dan menjaga kehidupan.
Para murid-murid dipilih, dilatih dan dipersiapkan dalam berbagai aspek untuk menjadi penerus karya keselamatan bagi kehidupan. Muridmurid tidak hanya dipanggil dan pilih untuk sekedar menjadi pengikut saja namun menjadi penerus dalam menghadirkan dan mengajarkan semua pengajaran yang dilakukan oleh Yesus Kristus, sehingga nilai-nilai, ilmu dan karya keselamatan tidak akan terputus. Semuanya harus hidup dalam keseharian kita menjadi jatidiri dalam keseharian. –SolaGracia
- Pdt. Ima F. Simamora -







