Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

Dalam kalender gerejawi minggu ini gereja-gereja menghayati Minggu Trinitas setelah peringatan Pentakosta. Namun demikian kalau ditelusuri, kita tidak bisa menemukan kata Trinitas dalam Alkitab karena itu merupakan doktrin gereja yang berkembang setelah tersusun/ditetapkannya Alkitab dalam konsesus yang dikenal dengan nama Kanonisasi. Namun melalui bacaan Injil hari ini yaitu Matius 28:16-20 kita bisa menemukan salah satu dasar doktrin Trinitas tersebut.

Dikisahkan bahwa sebelum naik ke surga, Yesus mengklaim dan menegaskan otoritas-Nya di surga dan di bumi (ay.18). Dengan otoritas tersebut para murid dapat bergantung kepada-Nya untuk melaksanakan Amanat Agung yang Yesus berikan, yaitu sebagai saksi-saksi-Nya kepada semua bangsa, dimulai dari Yerusalem sampai ke ujung bumi karena Injil itu bersifat universal (bdk Kis. 1:8). Mereka harus pergi untuk memuridkan orang lain agar cakap pula memuridkan orang lain lagi. Akhirnya mereka harus membentuk satu umat Tuhan melalui baptisan dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus (Allah Tritunggal) agar gereja dapat terus menjadi saksi (ay.19). Ia menjanjikan penyertaan yang berkelanjutan melalui kehadiran Roh Kudus yang akan memberikan kuasa kepada mereka (ay.20).

Pernyataan Yesus tersebut menjadi pengingat bagi kita betapa kesatuan relasi Trinitas menjadi relasi yang sangat penting dan mendasar untuk diwartakan dalam pekabaran Injil dan khususnya dalam proses pemuridan. Hal ini juga mengingatkan kita orang percaya harus ikut ambil bagian untuk melaksanakan Amanat Agung tersebut dalam kuasa Roh Kudus. Di masa kini, kitalah murid Kristus yang terus akan diproses dan diperlengkapi untuk menyatakannya. Sudahkah kita konsisten mewartakan Allah Trinitas dan melakukan pemuridan terutama di era pandemi covid-19 ini agar berita Injil terus berkumandang dari satu generasi ke generasi lainnya?

Dalam situasi saat ini, kita sebagai gereja kembali diingatkan akan panggilannya untuk turut serta dalam karya keselamatan Allah bagi dunia yang sudah porak-poranda karena virus Corona. Pemberlakuan situasi normal baru menjadi sebuah keniscayaan (keharusan) bagi kita supaya survive bukan hanya secara lahiriah. Namun secara batiniah diri kita mesti mampu untuk mewujudkan kuasa dari Allah Tritunggal yang kita imani, serta menghadirkan sesuatu yang bisa dirasakan sesama. Dibutuhkan motivasi dan cara serta sikap yang benar untuk mewujudkannya. Oleh sebab itu seluruh laku hidup gereja harus disesuaikan dan diselaraskan dengan kehendak Allah. Gereja hidup bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk menggenapi kehendak Allah di dunia ini.

Dalam perjalanan sejarah, pada kenyataannya memang banyak gereja menjadi komunitas yang menjalankan kehendaknya sendiri. Melakukan/memperjuangkan hal-hal yang dianggap benar tanpa refleksi yang mendalam terhadap kehendak Allah yang sesungguhnya, bahkan mungkin hanya sekedar ikut-ikutan saja. Bersitegang di seputar ajaran/sistem bergereja yang berujung pada perpecahan. Nampaknya berinovasi tapi ternyata memanipulasi umat untuk menjadi gereja yang narsis. Semoga hal ini tidak terjadi di gereja kita. Mengingat saat ini masyarakat sedang menderita dilanda tsunami resesi ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19. Mari kita sebagai gereja melihat diri dengan lebih jujur dan tulus agar karya-karya kita semakin berkenan kepadaNya.

Pdt. Adi Cahyono, M.Si.

Gereja yang Menjadi Berkat Bagi Sesama

Sub Tema Tahun Pelayanan 2016 - 2017

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
1. Minggu Pukul 06.30 WIB
2. Minggu Pukul 09.00 WIB
3. Minggu Pukul 17.00 WIB

 

Facebook GKI Delima

 

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian