Dalam kalender Gerejawi, minggu ini merupakan penutup atau akhir dari tahun kalender gerejawi yang disebut sebagai Minggu Kristus Raja. Minggu Kristus Raja terhubung dengan Masa Biasa yang mendahuluinya, maka berita pada Minggu Kristus Raja seolah menjadi penyimpul bahwa Tuhan Yesus Kristus sudah menyatakan seluruh karya-Nya yang konkret untuk menyelamatkan seluruh umat manusia. Melalui Kristus dan di dalam Kristus, Allah tidak hanya berkenan menebus dosa manusia tetapi juga berkenan dikenal oleh manusia supaya memahami kehendakNya dan melakukan perintahNya serta meneladaniNya.
Dalam Injil Matius 25:31-46 Yesus memberikan gambaran apa yang akan dilakukanNya ketika di akhir zaman atau saat hari Tuhan tiba, dimana Dia akan datang kembali sebagai Raja. Bagian ini mengakhiri rangkaian nubuat dan ajaran Tuhan Yesus tentang kedatanganNya kembali di hari penghakiman akhir nanti. Beberapa hal penting yang mesti kita perhatikan:
- Bila dalam warta Injil Yesus datang sebagai Juruselamat dalam kerendahan-Nya, namun kelak Ia akan datang kembali sebagai Raja dengan segenap kemuliaan-Nya dan semua malaikat-Nya (ay. 31). Namun demikian Dia bukan raja yang otoriter, melainkan raja yang menggembalakan.
- Seperti halnya Injil harus diberitakan ke seluruh bangsa dan harus direspons oleh masing-masing pribadi, maka hari penghakiman kelak pun mencakup semua bangsa dan berlaku untuk tiap-tiap orang. Lalu manusia dikelompokkan menjadi dua, dengan analogi atau gambaran domba dan kambing (ay. 32-33).
- Keputusan akhir nasib kekal tiap orang akan diambil/ditentukan pada hari penghakiman itu. Yang dinilai layak bersama Dia ialah mereka yang dianggap sebagai orang benar, yang melakukan tindakan kasih dan kepedulian yang tulus dan murni sebagai hasil dari menerima penyelamatan Kristus sehingga memiliki kasih Kristus dan memiliki kepekaan Kristus serta meneladaniNya (ay.34-40). Namun sebaliknya, orang yang tidak mengikuti perintahNya disebut sebagai orang terkutuk dan akhirnya akan dimasukkan dalam tempat sikasaan yang kekal (ay.46).
Melalui perumpaan tsb, Yesus ingin para pengikutNya hidup seperti domba-dombaNya yang “mengenalinya” sebagai Gembalanya. Ia ingin seluruh manusia tunduk sebagai umat-Nya yang hidupnya senantiasa terarah kepadaNya yang mengikuti perintahNya serta meneladaniNya. Pertanyaan reflektifnya: “Sudahkah selama ini kita hidup seperti domba-dombaNya? Marilah kita memeriksa diri sebelum terlambat dan selagi masih ada kesempatan untuk berbenah.
Tuhan Yesus Kristus telah menghadirkan karya-Nya untuk keselamatan manusia dengan cara memperjuangkan keadilan, kedamaian serta menyerahkan nyawaNya menjadi kurban penebusan manusia sebagai bukti kasihNya. Sebagai pengikut-Nya kita mesti menghayati dan menghidupi serta meneladani Yesus, Sang raja yang menggembalakan itu. Semua perbuatan seperti itu harus dilakukan dengan ketulusan dan kemurnian hati sebagai bukti bahwa kita telah menerima dan dipenuhi oleh kasih Kristus sehingga dimampukan untuk menuruti dan mengikuti teladan Kristus menyatakan kasihNya di dunia. Soli Deo Gloria.
- Pdt. Adi Cahyono -







