Ini hanya kisah saja:
Pasangan ini baru menikah, dibeberapa bulan awal pernikahan begitu menyenangkan, mereka bisa saling bercanda dan sangat hangat serta harmonis. Namun tabiat sang suami berubah menjadi gampang marah, suka memukul dan makin lama menjadi jarang pulang karena mabuk-mabukan bersama teman-temannya dan main perempuan. Setiap suami ini marah, isteri selalu masuk ke kamar mandi, diam dan tenang. Sampailah 25 tahun pernikahan mereka, sang suami berpikir bagaimana isterinya begitu sabar menghadapi tabiatnya?. Lalu suami ini berencana untuk mengajak isterinya untuk makan malam yang romantis. Saat makan sang suami berkata kepada isterinya: maafkan aku ya sudah banyak menyusahkan dan menyakiti kamu,? Isterinya: saya sudah memaafkan kamu sebelum kamu meminta maaf pada saya, suami: namun saya penasaran bagaimana cara kamu bertahan menghadapi saya?, isteri: saya mengingat janji saya pada waktu pernikahan kita. suami: oghhhh terima kasih banyak isteriku kamu baik sekali. Suami: tapi saya ingin tahu, apa yang kamu lakukan di kamar mandi? Setiap saya marah kamu selalu masuk kamar mandi dan keluar setelah suasana tenang. Isteri: sebelumnya saya minta maaf, mohon kamu tidak marah,,? Suami: saya tidak akan marah,, kamu sudah sangat baik dan sabar bahkan selalu memaakan saya, ceritakan saja. Isteri; janji ya tidak akan marah, suami: baiklah. Isterinyapun cerita: setap kamu marah, saya selalu masuk ke kamar mandi, sampai kamu tidak ada terdengar suara amarah kamu,kamu sudah tenang. Saya lalu ambil sikat gigimu dan memakai sikat gigi itu untuk mengosok wastapel, lantai sampai bersih,,,. Suami: OGHHH,,,!
Saudara dan saudari yang terkasih kisah diatas hanya cerita ilustrasi saja. Dimana ketika dalam relasi didalam kelurga ada ketimpangan. Ketika salah satu anggota keluarga bisa suami-isteri menilai bahwa dirinya jauh lebih berkuasa maka yang lainnya lebih rendah nilainya. Yang satu subjek maka yang lain jadi objeknya; yang satu pemimpin dan yang lain jadi pengikutnya. Dalam relasi ini akan mudah sekali terjadi merendahkan, kekerasan dan kejahatkejahatan bahkan balas dendam. Ketidak mampuan dalam mengelola kuasa yang dipercayakan akan berdampak melahirkan tindakan-tindakan yang jahat dan dipercayakan akan berdampak melahirkan tindakan-tindakan yang jahat dan menghancurkan. Sang suami merasa memiliki hak untuk berlaku sesukanya bahkan kepada isterinya; kasar dan kekerasan, sang isteri yang tersakiti diam-diam juga membalaskan kekesalannya dengan cara yang tidak baik.
Didalam pembacaan kita digambarkan bagaimana para pempimpin dimasa itu disimbolkan oleh orang-orang Farisi yang memiliki kuasa sangat besar ditengah kehidupan masyarakat Yahudi begitu sangat ingin menjatuhkan citra bahkan menghabisi Yesus Kristus. Hal ini karena Orang-orang Farisi memandang dan menilai bahwa kuasa yang dimiliki adalah hal mutlak sehingga tidak boleh ada yang lain yang dinilai berkuasa atau melebihi orangorang Farisi. Yesus dinilai menjadi saingan yang membahayakan, harus disingkirkan bagaimana juga caranya. Hasrat yang besar dalam berkuasa dan tidak terkendali bisa sangat membahayakan. Oleh karena itu kuasa yang ada didalam setiap kita harus bisa dikendalikan dikelola dengan baik sehingga tidak menimbulan sikap superior, iri hati, tidak mau menyalah, menjatuhkan, menjelek-jelekan, kekerasan, balas dendam dan kejatankejahatan lainnya. Firman Tuhan mengingatkan : “ Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” ( Matius 22:21). Didalam firman Tuhan ini kita diingatkan agar cerdas berlaku berikan apa yang harus diberikan pada manusia-pemimpin-orang yang berkuasa namun terlebih kita harus memberikan apa yang seharunya kita berikan pada Tuhan Allah; hati, pikiran dan hidup yang berkenan padanya. Hati, pikiran dan hidup yang bersih, penuh kasih, sopan, dan sungguh-sungguh mencintai Tuhan Allah. Tuhan Yesus memberkati.
Kuasa adalah anugerah Tuhan Yesus
Bila dikelola dengan baik dan penuh kasih
Sebagai persembahan kepada Tuhan Yesus
Maka akan berdampak sangat indah bagi kehidupan.
Namun bila tidak, akan menghasilkan kehancuran yang besar.
-Ima Frontantina. S-







