“KUMOHON, TUHAN BANTU AKU MENOLONG SATU ORANG LAGI”
Kalimat doa yang diungkapan Desmond T.Doss seorang prajurit yang bertugas sebagai tenaga medis diperang dunia ke-2 di Hacksaw Ridge atau tebing Maeda penamaan sebuah bukit yang harus dipanjat dan ditaklukkan oleh tentara Amerika. Pada saat perang Doss menjadi prajurit yang tidak mau membawa senjata karena tidak mau membunuh atau menembak orang lain. Hal ini dilandasi oleh keinginan Doss masuk militer untuk menyelamatkan orang dan kepatuhannya pada hukum ke10 yaitu jangan membunuh. Pada saat perang di Hacksaw Ridge, tentara amerika sempat menduduki Hacksaw Ridge namun pada sore harinya tentara Jepang menyerang kembali dan tentara Amerika kalah. Pada saat itu Doss berusaha memanjat dinding Hacksaw Ridge untuk mengevakuasi tentara Amerika, Doss mengangkat para tentara satu-persatu dan menurunkan dengan tali, padahal tubuh Doss jauh lebih kecil dan kurus. Disaat tentara Jepang menguasai Hacksaw Ridge, Doss tetap ada diatas untuk menolong dan menyelamatkan dengan cara mengubur para tentara yang masih hidup dengan wajah ditutupi tubuh tentara yang gugur. Doss juga berhasil menyelamatkan hampir 75 orang prajurut dengan cara menendang granat yang dilemparkan tentara Jepang sekalipun Doss harus terluka. Doss mendapatkan penghargaan atas dedikasi, keberanian dan pengorbanannya dari Presiden Amerika Medal Of Honor langsung oleh presiden Amerika saat itu yakni Harry Truman pada 12 Oktober 1945.
Apa yang dilakukan Doss adalah tindakan yang sangat berani dan heroik yang didasari oleh panggilan dirinya sebagai pengikut Kristus. Pengikut Kristus yang tidak hanya mengakui iman percayanya saja namun juga diterapkan dalam perilaku keseharian dimana Doss bersedia untuk maju berperang sekalipun tanpa senjata api tetapi senjata iman dan kasih.
Mengasihi adalah hal yang sering kali mudah untuk diucapkan tetapi bisa sangat sulit dilakukan karena membutuhkan pengorbanan dan bisa jadi membayar harga dalam keterlukaan.
Mengasihi Tuhan Yesus tidak dapat hidup dan menjadi manis bila tidak mengasihi sesama. Mengasihi sesama adalah cerminan bagaimana dengan kita? Apakah kita masih bisa tetap konsisten untuk setia mengasihi Tuhan Yesus? Apakah kita masih bisa menolong dan mengasihi sesama disaat kondisi kita terpuruk bahkan terancam dalam kehidupan? Masihkan kita bisa terus mengasihi sekalipun dunia memperlakukan kita tidak adil dan jahat? Ingat dan kecaplah bagaimana Tuhan Yesus mencintai kita karena disanalah letak jawabannya dan kekuatan kita untuk terus setia menjadi umat yang mencintai Tuhan Yesus dan sesama seperti diri kita sendiri. Solagracia.
- Pdt. Ima.F. Simamora -







