Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

Dalam suatu fase hidupnya, seseorang pasti pernah mengalami pergumulan berat dan dapat merasakan kepahitan hidup. Ada banyak masalah yang bisa membuat orang mengalami kepahitan hidup (baca: luka batin). Apabila tidak disikapi dengan tepat nantinya dapat membahayakan hidupnya. Istilah luka batin mengacu pada keadaan jiwa seseorang yang tidak sehat, sehubungan dengan goresan atau penderitaan yang terjadi dalam hidupnya. Keadaan tersebut bisa disebabkan oleh peristiwa tertentu yang menyedihkan atau menyakitkan hatinya.

Peristiwa traumatis merupakan salah satu penyebab adanya luka batin. Yang dimaksud dengan Peristiwa Traumatis adalah peristiwa yang di dalamnya melibatkan pengalaman emosional dan sangat mengejutkan, sehingga memiliki dampak dalam jiwa atau batin seseorang. Hal ini dapat dialami seseorang pada masa kecil, remaja, ataupun dalam kehidupan berkeluarga. Selain peristiwa traumatis, rasa bersalah dan penolakan bisa menjadi penyebab seseorang mengalami luka batin, seperti yang dialami Hana dalam kitab 1 Samuel 1:1-18.

Hana tidak bisa mengandung atau melahirkan anak! Hal itu merupakan aib bagi seorang istri dalam budaya patriarkat, seperti Israel. Wajar ia merasa bersalah, karena tidak bisa menjadi istri yang sempurna. Elkana, suaminya, menambah penderitaannya karena ketidakmampuan Elkana memahami perasaan istrinya yang tertekan (ay.8). Ditambah sikap merendahkan dari madunya, Penina yang telah memberikan keturunan bagi Elkana. Pandangan yang berlaku pada masa itu, kemandulan merupakan hukuman Tuhan atas seorang wanita. Itulah kata-kata hinaan Penina kepada Hana (ay. 6-7) sebagai bentuk penolakan keberadaan Hana. Hana mengalami pergumulan berat, sampai-sampai ia tidak bisa dihiburkan siapapun.

Namun Hana adalah wanita beriman, ia tidak membalas kejahatan Penina tersebut. Di tengah kepedihan hati tiada tara, Hana mengadukan nasibnya kepada Tuhan. Akhirnya Tuhan memakai imam Eli untuk menjawab pergumulan Hana. Hana terhibur karena ia tahu bahwa Tuhan mendengar dan menjawab doanya. Memang jawaban itu tidak langsung terwujud, namun Hana berubah karena ia telah berjumpa Allah, Sang Sumber Pengharapan. Luka batin Hana disembuhkan saat dibawa kepada Tuhan.

Sengsara atau penderitaan hidup memang bisa membuat orang mendekatkan diri pada Tuhan. Percayalah bahwa saat kita benar-benar bersandar kepada Tuhan, Dia dapat diandalkan dan jawaban-Nya tidak mengecewakan! Kita harus meyakini bahwa Allah berpihak pada kita apabila kita senantiasa mengakui Allah dalam hidup kita. Meskipun terasa menyakitkan awalnya, yakinlah “Gusti ora sare”. Untuk itu dibutuhkan proses dan perjuangan yang tidak mudah. Mari kita biasakan diri untuk mencari kehendak-Nya dan mengucap syukur atas semua hal yang Tuhan terjadi dalam hidup kita. Maka kita akan menemukan makna dibalik luka batin yang nantinya membuat kita semakin dewasa dan bijaksana. Tuhan beserta kita senantiasa.

 

Pdt. Adi Cahyono

Komunitasku, Keluargaku: Bersama, Bertumbuh, dan Berdampak

Sub Tema Tahun Pelayanan 2026 - 2027

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
Minggu Pukul 06.30 WIB
Minggu Pukul 09.00 WIB (Hybrid)
Minggu Pukul 17.00 WIB

Facebook GKI Delima

Download Buku HUT 40 Tahun

 

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian