“Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan ia akan menamakan Dia Imanuel.”
(Yesaya 7:14)
KJ 81:1 “O, Datanglah, Imanuel”
O, datanglah, Imanuel, tebus umat-Mu Israel
yang dalam berkeluh kesah menantikan Penolongnya.
Bersoraklah, hai Israel, menyambut Sang Imanuel!
Ketika membaca atau mendengar kata Imanuel suka terlintas di pikiran saya syair dari lagu: “O, Datanglah, Imanuel, tebus umat-Mu Israel.” Saya merasa lagu ini menjadi lagu yang penuh harapan dan semangat untuk bangkit, semangat untuk pulih, semangat untuk menjadi berkat dan memulihkan kehidupan. Lagu ini membawa saya merasakan kedekatan dengan Tuhan ketika mendengarkan dan menyanyikannya dengan khusuk. Saudara boleh mencobanya.
Dalam pembacaan Firman Tuhan digambarkan Sang Imanuel dalam harapan besar umat-Nya untuk pemulihan kehidupan. Imanuel digambarkan dalam figur kedatangan Sang Mesias yang akan memulihkan. Imanuel digambarkan juga sebagai kehadiran Allah yang begitu sangat dekat mendekap kehidupan dan pertanda kasih dan cinta Tuhan Allah. Ya, Imanuel menjadi bagian dari karya Ilahi Allah yang membuktikan bahwa Allah yang begitu totalitas mencintai kehidupan, bahkan sangking cintanya bersedia mengorbankan diri-Nya bagi kehidupan dan berusaha meyakinkan umat-Nya untuk merasakan, kembali yakin dan bangkit dalam semangat dalam menjalankan kehidupan.
Namun pada sisi lain digambarkan juga bahwa Sang Imanuel itu tidak sekonyong-konyong dapat dimiliki semua orang atau semua orang dapat dengan otomatis masuk dalam lingkaran penyelamatan kasih Allah. Dalam Kitab Yesaya dikatakan bahwa Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: pertanda bagaimana Tuhan Allah memulihkan. Dimana negeri-negeri yang berkuasa akan ditinggalkan kosong. Setiap umat akan diberi makan dadih dan madu. Dengan kata lain Allah akan memulihkan umat-Nya; bagi mereka yang setia akan dipelihara Allah dan diberkati namun bagi mereka yang tidak setia, sombong dan congkak akan dibuat kosong dan merana. Itu adalah keadilan Tuhan Allah. Sehingga bisa dikatakan bahwa Imanuel adalah Allah yang memulihkan kehidupan dan menjadi sumber keselamatan dan berkat bagi mereka yang setia. Imanuel juga akan hadir untuk menghadirkan keadilan. Oleh karena itu saudara dan saudari mari dalam masa adven ini kita terus menghayati, ”siapa Imanuel bagi hidup kita?” Terus semangat ya... Jb. Sola Gracia.
Pdt. Ima F. Simamora







