Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

Menurut kalender gerejawi, tahun ini kita memasuki tahun liturgi B. Adapun dalam pembacaan leksionarinya bacaan ketiga/Injilnya dari Injil Markus. Di antara keempat Injil, Injil Markus merupakan Injil yang paling singkat yaitu 16 pasal, 678 ayat, 15.171 kata. Sekalipun nama penulis tidak disebut dalam kitab itu sendiri, dengan suara bulat gereja yang mula-mula memberi kesaksian bahwa Yohanes Markus adalah penulis Injil ini. Markus memiliki kesempatan yang unik karena berhubungan dengan pelayanan tiga orang rasul yaitu Paulus (Kis 13:1-13; Kol 4:10; Fil 1:24), Barnabas (Kis 15:39) dan Petrus (1Pet 5:13).

Menurut Papias (sekitar 130 M) dan beberapa bapak gereja abad kedua, Markus memperoleh isi Injilnya dari hubungannya yang spesial dengan Petrus. Ia menulisnya di Roma untuk orang Romawi yang percaya. Sekalipun saat penulisan Injil ini tidak jelas, sebagian besar sarjana menetapkan tanggalnya sekitar tahun 50-60 M; dan menyepakati bahwa Injil inilah yang pertama-tama ditulis. Salah satu kekhasan dari Injil Markus yaitu Injil ini lebih menekankan apa yang dilakukan Yesus daripada apa yang diajarkan oleh-Nya. Markus mencantumkan 18 mukjizat Yesus dan hanya empat perumpamaan-Nya.

Bacaan Injil Markus 1:14-20 menceritakan pula kisah tentang pemanggilan murid-murid Yesus yang pertama yaitu Simon Petrus dan Andreas, Yohanes dan Yakobus Anak Zebedeus (ay.16-20). Kisah itu pelayanan Yesus memberitakan Injil dimulai diawali dengan informasi bahwa Yohanes Pembaptis ditangkap (ay.14-15). Artinya Yohanes pembaptis yang bertugas membukakan jalan sudah tidak berkarya lagi, saatnya Yesus yang berkarya. Hal ini bisa dipandang sebagai momentum yang tepat untuk kesinambungan pewartaan Injil Kerajaan Allah. Kisah pemanggilan para murid juga merupakan bukti bahwa Yesus juga mempersiapkan pengikutNya untuk kesinambungan pewartaan Injil.

Keempat orang itu bukanlah orang-orang besar di mata awam. Mereka tidak kaya harta maupun pemilik kekuasaan. Namun Kerajaan Allah tidak bergantung pada hal-hal itu. Allah dapat memakai siapa pun asal percaya pada Yesus dan mau mengikuti Dia. Menariknya Yesus memanggil mereka di tengah aktivitas kesehariannya. Sebagai nelayan di Galilea bisa jadi mereka hanya tahu tentang perahu, danau, dan orang-orang yang berada di pasar ikan. Sebagaian besar percakapan mereka berkisar pada masalah keluarga, perahu, dan harga ikan. Namun kemudian Yesus datang, selanjutnya hidup dan dunia keseharian mereka berubah. Dari penjala ikan menjadi penjala manusia, dari Galilea mereka kemudian menjangkau dunia.

Pelajaran penting dari kisah ini adalah bahwa respon iman pada saat (baca: momentum) yang tepat seringkali menuntut kepekaan hati akan panggilan Tuhan, kerelaan diri meninggalkan zona nyaman, serta komitmen penuh dan teguh untuk menempuh jalan hidup yang Tuhan sudah siapkan untuk dijalani bersamaNya. Mengikut Kristus memang berarti siap melepaskan semua ikatan yang bisa menghambat orang untuk percaya dan datang kepadaNya, lalu menjadi pengikutNya. Ikatan itu bisa zona nyaman/kemapanan, kepentingan diri/ambisi pribadi, namun bisa juga kecemasan dan ketakutan akan ketidakpastian di masa depan. Ini merupakan tantangan besar yang hanya bisa dipatahkan dengan keyakinan penuh bahwa Tuhan mengasihi manusia dan ingin semua orang diselamatkan. Percayalah Ia mempunyai rencana yang indah bagi setiap umat yang sungguh-sungguh dan teguh menjadi pengikut Kristus. Tuhan beserta kita senantiasa.

- Pdt. Adi Cahyono -

Komunitasku, Keluargaku: Bersama, Bertumbuh, dan Berdampak

Sub Tema Tahun Pelayanan 2026 - 2027

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
Minggu Pukul 06.30 WIB
Minggu Pukul 09.00 WIB (Hybrid)
Minggu Pukul 17.00 WIB

Facebook GKI Delima

Download Buku HUT 40 Tahun

 

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian