Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

Sadar atau tidak, terkadang orang lupa bahwa berkat dan utamanya keselamatan itu adalah anugerah Tuhan. Sebagai akibatnya orang jadi membanggakannya sebagai hasil kebaikan dan usaha sendiri dan menjadi sombong rohani. Berhati-hatilah sikap seperti itu adalah awal kejatuhan dan menjebak terjatuh ke dalam dosa! Apalagi saat melihat ada orang-orang tertentu yang dipinggirkan karena status sosial, gaya hidup atau tingkah laku mereka. Perasaan paling benar/paling suci (superior) membuat orang mudah membenci sesamanya, terutama yang terlihat berbuat kesalahan/dosa.

Dalam bacaan Injil hari ini, yaitu dari Lukas 19:1-10, diceritakan bahwa Zakheus sangat dibenci oleh orang Yahudi. Ketidaksukaan masyarakat Yahudi atas Zakheus terletak pada pekerjaannya sebagai kepala pemungut cukai/petugas pajak (ay.2). Bagi masyarakat Yahudi, pemungut cukai adalah orang paling berdosa bagi Allah. Mereka suka memeras bangsanya sendiri. Mereka tidak pantas mendapat pengampunan dan keselamatan Allah. Tidak heran ketika Yesus mengatakan akan bertamu dan menginap di rumah Zakheus, secara spontan masyarakat Yahudi mencibir Zakheus dan Yesus (ay.3-7). Bagi mereka, kesediaan Yesus menumpang di rumah Zakheus adalah ungkapan penerimaan, sementara mereka menganggap Zakheus tidak pantas menerimanya.

Yesus sendiri tidak peduli dengan anggapan orang banyak tentang dirinya. Tujuan Yesus ke dunia adalah mencari dan menyelamatkan domba Allah yang terhilang (ay.9-10), dan Zakheus adalah salah satunya. Karena itu, Yesus bertamu dan menginap di rumah Zakheus untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah. Dengan bersedia menumpang di rumah Zakheus, Yesus sesungguhnya sedang menyatakan bahwa anugerah Allah berlaku juga atas orang yang banyak dosa dan dibuang oleh sesamanya dan Zakheus menyambutnya dengan pertobatan. Wujud konkret pertobatan itu adalah perubahan hidup lewat tindakannya. Zakheus berkomitmen kepada Yesus bahwa dia akan memberi separuh hartanya membantu orang miskin. Selain itu, ia akan membayar empat kali lipat, jika ia pernah memeras dan menipu orang lain (ay.8). Di sini kita melihat bagaimana Zakheus mengalami pembaruan hidup. Itulah bukti pertobatannya! Itulah bukti bahwa anugerah Allah telah mengubah hidupnya.

Bukankah kita pernah dalam situasi seperti Zakheus, pernah menjadi orang yang terhilang? Seseorang disebut terhilang, apabila ia menyimpang jauh dari rencana Allah. Melalui keselamatan dalam Kristus, kita telah ditempatkan kembali pada rencana Allah yang semula yaitu menjadi ciptaan baru. Sebagai ciptaan baru, Allah menghendaki agar hidup kita menjadi rahmat bagi orang lain, yaitu menerima sesama dengan cinta kasih dan tulus hati. Dengan melihat sikap Yesus terhadap Zakheus, kiranya kita mau belajar untuk mengasihi dan menerima mereka: meraih pendosa, tapi membenci perbuatan dosa!

PAC

Gereja yang Menjadi Berkat Bagi Sesama

Sub Tema Tahun Pelayanan 2016 - 2017

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
1. Minggu Pukul 06.30 WIB
2. Minggu Pukul 09.00 WIB
3. Minggu Pukul 17.00 WIB

 

Facebook GKI Delima

 

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian