Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

Seorang psikiatris Amerika bernama Dr. Gerard May dalam bukunya berjudul The Awakened Heart menjelaskan perbedaan antara ekspektasi dan harapan. Harapan adalah sebuah pandangan umum dalam memaknai suatu hasil yang dilihat dari berbagai sudut pandang, mulai dari kepentingan diri sendiri, kepentingan orang lain, hingga efeknya terhadap lingkungan sekitar, sedangkan ekspetasi berfokus hanya pada keinginan diri sendiri. Ekspetasi sesungguhnya hanya tebaktebakan hati dan perasaan atas suatu hal atau peristiwa yang dibungkus berbagai teori sebagai pembenaran. Jadi ekspetasi sebenarnya keinginan egosentris yang berujud asumsi (opini yang dibungkus dengan teori/bukti) yang dibubuhi harapan. Maka dari itu seringkali ekseptasi justru membawa kekecewaan karena kita seperti menggunakan kaca mata kuda. Saat kita berekspetasi, kita akan sulit mempertimbangkan kepentingan-kepentingan orang lain yang mungkin dianggap akan menjadi faktor “penggagal” untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Nampaknya situasi itu yang sedang dialami oleh Petrus ketika Yesus mulai berterus terang tentang apa saja yang akan dialaminya dalam pembacaan Injil Matius 16:21- 28. Petrus tidak ingin hal itu terjadi dalam diri Yesus (ay.22). Pendapat Petrus sangat manusiawi karena ia memiliki skenario tersendiri. Baginya Yesus adalah Mesias yang akan membebaskan bangsanya dari penjajahan Romawi. Itu adalah impian mesianik seluruh orang Yahudi pada saat itu. Namun, apa yang dipikirkan Petrus bukanlah pikiran Allah melainkan pikiran Iblis yang berpotensi mengacaukan misi Yesus. Lalu Yesus menegur Petrus dengan keras, karena itu tidak sesuai dengan rencana Allah (ay.23). 

Yesus menambahkan bahwa mereka yang mau mengikut Dia sebagai murid harus menyangkal diri, memikul salib dan setia mengikut Tuhan (ay.24). Maksud Yesus ialah meninggalkan segala keegoisan, ambisi, kenikmatan hidup, serta kebiasaan lama yang tidak berkenan kepada Allah. Sebaliknya mereka harus memiliki hidup yang mengutamakan Allah dalam setiap aspeknya. Mereka juga harus memikul salib masing-masing dengan penuh pengurbanan dan siap menghadapi penderitaan karena Injil. Pada kedatangan Yesus yang kedua kali, orang yang mati karena iman dan Injil Kristus akan menerima-Nya Kembali. Yesus tidak berekspetasi tapi memberikan harapan, bahwa jerih payah dan pengorbanan mereka tidak sia-sia. Itulah rencana Allah yang sudah disampaikan oleh para nabi. 

Sebagai murid Kristus, kita juga harus bisa memahami dan meneladani Yesus untuk melakukan kehendak Allah. Jalan penderitaan yang dilalui Yesus dengan penuh ketaatan adalah jalan keselamatan dan kehidupan kekal bagi manusia. Kita pun harus siap menderita, berkorban, dan melayani sebagai saksi Kristus. Kita pun harus memelihara kesetiaan kita dengan suatu ingatan bahwa segala jerih payah kita di dalam Tuhan tidak sia-sia. Pengikut Yesus bukan mencari kemuliaaan dunia melainkan kemuliaan surgawi yang akan Yesus berikan sebagai upah bagi pengikut yang setia, saat Yesus datang dalam kemuliaan Bapa. (PAC).

Komunitasku, Keluargaku: Bersama, Bertumbuh, dan Berdampak

Sub Tema Tahun Pelayanan 2026 - 2027

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
Minggu Pukul 06.30 WIB
Minggu Pukul 09.00 WIB (Hybrid)
Minggu Pukul 17.00 WIB

Facebook GKI Delima

Download Buku HUT 40 Tahun

 

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian