Bacaan : Yesaya 49 : 1-7
Mazmur : Mazmur 40 : 1-11
Bacaan II : 1 Korintus 1 : 1-9
Bacaan Injil : Yohanes 1 : 29-42
Minggu II sesudah Epifani menempatkan pembacanya dalam terang penampakan Kristus masa gereja merenungkan bagaimana Yesus dinyatakan kepada dunia. Bacaan Yohanes 1:29-42 membuka pemahaman ini dengan kesaksian Yohanes Pembaptis, "Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia." Kalimat ini merangkum makna domba dalam tradisi Ibrani: pembebasan dari maut (Paskah), pengampunan dosa (kurban harian), dan penebusan umat (Hamba Tuhan). Yohanes ingin menunjukkan bahwa seluruh harapan umat Israel berpuncak pada pribadi Yesus.
Sekalipun demikian, Yesus hadir bukan sebagai Mesias penakluk, melainkan sebagai Anak Domba yang lemah lembut, Anak Domba yang menghapus dosa bukan dengan kuasa duniawi, tetapi melalui kasih dan pengorbanan. Pewahyuan ini menantang ekspektasi manusia dan mengubah cara manusia mengenal Mesias. Proses pengenalan akan Yesus tidak terjadi melalui ajaran sistematis, melainkan melalui undangan personal. Ketika dua murid mulai mengikuti-Nya, Yesus hanya bertanya, "Apa yang kamu cari?" dan mengajak, "Marilah dan kamu akan melihatnya." (Yoh. 1:38-39). Dalam Injil Yohanes, "melihat" berarti mengenal, dan "tinggal" berarti membangun relasi yang dalam dan bertahan. Ini terlihat dalam pengalaman Simon yang, setelah tinggal bersama Yesus, diberi nama baru, yakni Kefas atau Petrus. Nama baru menandakan arah hidup baru identitas yang dibentuk oleh Kristus.
Bacaan Yesaya 49, Mazmur 40, dan 1 Korintus 1 memperkaya makna bahwa Allah memanggil dalam kerapuhan, merindukan ketaatan hati, dan membentuk komunitas-Nya dalam kasih karunia. Pertanyaan Yesus tetap bergema hari ini, "Apa yang kamu cari?" Undangan-Nya pun terus terbuka bagi siapa saja yang mau tinggal dan dibentuk oleh-Nya.
(Disadur dari Buku Dian Penuntun Edisi 41)








