Rasanya di era tranformasi digital sekarang ini sepertinya sudah jarang banget ada berita kejadian/fenomena “kesurupan” (baca: kerasukan iblis/setan). Tetapi tentu masih ada beberapa kejadian baik di sekolah, di tempat kerja maupun tempat-tempat tertentu yang sering kali dianggap “angker”. Bisa jadi juga sebenarnya masih ada disana-sini, namun orang tidak berani mengungkap/membahas secara vulgar karena kuatir dikatakan kurang beriman karena mempercayai hal-hal seperti itu. Walaupun sebenarnya hal itu bukanlah sesuatu yang tabu atau tidak Alkitabiah.
Ada banyak kisah di Alkitab yang menceritakan peristiwa orang kerasukan iblis/setan, baik di Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, khususnya dalam kitab-kitab Injil. Salah satunya yang menjadi bacaan Injil dalam leksionari minggu ini. Dalam Markus 1:21-28 diceritakan ketika Yesus mengajar/berkotbah di Sinagoge ada dua dampak yang dirasakan langsung dari kehadiran Yesus. Pertama, orang banyak takjub mendengar khotbah-Nya (ay. 22). Takjub karena khotbah Yesus berbeda dengan khotbah para pemimpin agama Yahudi yang selama ini mereka dengar. Lalu yang kedua, ada orang yang kerasukan roh jahat yang turut beribadah di sinagoge menjadi terganggu dan terancam oleh kehadiran Yesus dan membuat pengakuan bahwa Ia adalah Yang Kudus dari Allah (ay. 24-25). Lalu roh jahat itu diusir dari tubuh orang tsb. Ketika orang banyak melihat bahwa roh-roh jahat taat kepada Yesus, mereka semua menjadi takjub (ay.27). Hal ini menegaskan bahwa Yesus jauh lebih berkuasa dari segala kuasa roh-roh jahat. Demikian pula pengajaran/kotbahnya sungguh berkuasa sehingga membuat banyak orang tercerahkan.
Dalam hidup sehari-hari masa kini, sebenarnya masih sering terlihat dan dijumpai demonstrasi kuasa roh-roh jahat di dalam hidup manusia. Biasanya dalam film-film horor, reality show maupun testimoni yang akhirnya bisa membuat banyak orang takut bahkan ketakutan terhadap roh-roh jahat dalam bentuk/wujud tertentu dan di tempat-tempat tertentu (baca: angker). Sebagai pengikut Kristus semestinya kita tidak perlu takut karena kuasaNya lebih besar dari apapun. Namun sebenarnya yang lebih perlu diwaspadai adalah kuasa roh jahat/iblis yang membuat orang percaya meragukan kuasa Tuhan dan ajaranNya. Masih banyak orang yang mengeraskan hati sehingga hidup berkajang dalam dosa, meskipun sudah ditegur oleh firman Tuhan. Masih saja suka korupsi, ngapusi (baca: berbohong), iri-dengki, berjudi, hidup dengan WIL/PIL, dsb.
Ada sebuah joke yang menceritakan tentang iblis yang minta pensiun dini karena iblis belum berbuat apa-apa, tapi manusia sudah terbiasa bahkan senang berbuat dosa. Ironisnya iblis yang dipersalahkan sebagai penyebab atas semua dosa-dosanya manusia. Padahal kesalahan itu sudah menjadi kebiasaan/habit manusia. Sebagai orang percaya yang mengimani Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, marilah sungguh-sungguh dapat menunjukkan kuasaNya melampaui segala kuasa kejahatan apapun di dunia ini. Tuhan beserta kita senantiasa.
- Pdt. Adi Cahyono -







