Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

Mengapa Yesus Raja, di atas segala raja datang ke dalam dunia dalam kesederhanaan? Kristus bisa saja memilih terlahir dari orang tua yang memiliki status sosial dan kedudukan yang tinggi, namun mengapa Dia memilih lahir dari perawan sederhana seperti Maria? Kristus bisa saja memilih untuk lahir di kota Yerusalem sebagai pusat keagamaan pada saat itu, namun mengapa Dia justru memilih lahir di desa kecil Betlehem? Kristus bisa saja memilih lahir di istana atau minimal di penginapan yang mahal, anehnya mengapa Dia memilih lahir di kandang yang bau binatang dan dibaringkan dalam palungan yang hina dan memalukan? Berita tentang lahirnya Raja semesta pertama-tama semestinya ditujukan kepada kaum istana/petinggi negara, tapi anehnya justru memilih kaum gembala yang sederhana?

Para penulis kitab Injil mengemukakan sejumlah ramalan yang digenapi menyangkut kedatangan Kristus ke dunia. Secara khusus ramalan Perjanjian Lama yang digenapi berkaitan dengan kelahiran Kristus, diantaranya : (1) Kristus berasal dari keturunan raja Daud diramalkan dalam 2 Samuel 7:12-13 dan digenapi dalam Matius 1:1; (2) Kristus lahir dari seorang anak dara atau seorang perawan diramalkan dalam Yesaya 7:14 dan digenapi dalam Matius 1:21; (3) Kristus lahir di Betlehem diramalkan dalam Mikha 5:2 dan digenapi dalam Matius 2:6; (4) Kristus yang masih bayi dibawa oleh orang tuanya ke Mesir diramalkan dalam Hosea 11:1 dan digenapi dalam Matius 2:15; (5) Pembunuhan massal bayi-bayi di Betlehem oleh Raja Herodes dengan maksud membunuh bayi Yesus telah diramalkan dalam Yeremia 31:15 dan digenapi dalam Matius 2:18.

Jadi sangat jelas bahwa kelahiran Kristus dalam kesederhanaan itu yang pertama adalah untuk menggenapi janji Allah. Penulis Injil Matius dengan tegas menunjukkan keunikan dari kelahiran Kristus sebagai penggenapan dari ramalan (nubuat) para nabi Perjanjian Lama mengenai kedatangan Mesias, Sang Penyelamat yang dijanjikan. Bahkan tidak diragukan lagi ada begitu banyak rujukan ramalan tentang Kristus dalam Perjanjian Lama yang dinyatakan digenapi dalam Perjanjian Baru, mulai dari kelahiran di Betlehem hingga kebangkitanNya dari kematian. (Lih. Luk 2:10-11; Yoh 1:29; 3:16; 2 Kor 5:14-15; 1 Tim 2:6; 4:10; Tit 2:11; 1 Yoh 2:2; 4:14). Hal kedua yang penting menjadi untuk dipahami menjadi pesan natal adalah bahwa Kristus datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang sebagaimana tercatat dalam Injil Matius 20:28. Ini menjadi pengingat bagi kita bahwa pesan utama Natal adalah perihal memberi dan bukan menuntut. Tepatnya untuk mengasihi dan melayani sesama bukan sebaliknya.

Kelahiran Kristus di Betlehem menunjukkan bahwa Allah sudah mengkonfirmasikan identitas Kristus mulai sejak dari kelahiranNya bahwa Kristus yang telah ada sejak sebelum segala zaman sungguh telah lahir di Betlehem sebagai keturunan Daud. Ratusan ramalan Perjanjian Lama yang telah digenapi oleh Kristus membuktikan bahwa Allah itu benar dan Kitab Suci dapat dipercayai, karena berasal dari Allah yang benar dan berdaulat. Dan bagi kita, penggenapan dari ramalan tersebut telah menjadi hal yang menguatkan dan meneguhkan keyakinan kita kepadaNya bahwa Ia benar-benar Mesias, Juruselamat dunia.

Marilah agar momen akhir tahun nanti tidak sekadar menjadi saat mengingat apa yang sudah terjadi (seperti melihat tayangan kaleidoskop), tapi momen tersebut diisi juga dengan merenungkan dan berefleksi tentang kehidupan masa lalu kita dalam terang Tuhan, dan dengan hati yang paham menimbang. Mari kita tetap arahkan diri kita kepada Kristus, yakinlah bahwa penyertaan dan tuntunan Tuhan ada dalam tiap peristiwa kehidupan kita. Apapun situasi dan keadaan saat ini, kita harus yakin bahwa Yesus akan memampukan kita untuk hidup sepenuh-nya di masa kini dan menghadapi masa depan dengan penuh keberanian dan iman supaya bisa melanjutkan kehidupan dan merajut asa di masa depan dengan mengalami kemuliaan Tuhan.

Selamat menyambut Tahun Baru 2020. Tuhan beserta kita senantiasa.

 

(Pdt. Adi Cahyono)

Gereja yang Menjadi Berkat Bagi Sesama

Sub Tema Tahun Pelayanan 2016 - 2017

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
1. Minggu Pukul 06.30 WIB
2. Minggu Pukul 09.00 WIB
3. Minggu Pukul 17.00 WIB

 

Facebook GKI Delima

 

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian