Motivasi dan gangguan seseorang untuk bersikap taat bisa diumpamakan dalam kisah berikut ini. Seorang ayah mempunyai tiga anak kembar yang berusia 8 tahun, masing-masing diberikan handphone yang sama setiap akhir pekan selama 2 jam. Mereka mendapat pesan agar menggunakannya dengan bijak selain untuk hiburan sebaiknya dipakai untuk mendukung kegiatan sekolahnya atau ketrampilan lainnya. Anak pertama sering menggunakan untuk MaBar (game online bareng) dengan teman-temannya, karena saking serunya sampai lebih dari 2 jam tidak terasa melampaui jatahnya. Anak kedua menggunakan untuk nonton film, karena selesainya nanggung, ia juga melampaui waktu yang sudah ditentukan. Anak yang ketiga menggunakannya untuk belajar piano, mencari lagu-lagu baru untuk koleksi partiturnya dan berhenti tepat 2 jam seperti yang diperintahkan. Selain karena senang mendapatkan kesempatan menggunakan HP, ia tidak mau ayahnya menjadi sakit karena sering marah-marah karena kesal dengan sikap anak-anaknya yang tidak taat. Ia mengasihi ayahnya melalui ketaatannya dan agar ayahnya tetap sehat.
Pada minggu paskah ke VI ini, bacaan Injil dari perikop Yohanes 14:15-31 bercerita tentang percakapan Yesus dengan para muridNya. Yesus menjanjikan kehadiran Roh Kudus sebagai pengajar kebenaran bagi para murid (ay. 17a). Kebenaran yang diajarkan Roh Kudus bersumber dari Allah dalam Yesus. Hanya seorang murid sejati yang dapat menerima kehadiran Roh Kudus dalam dirinya (ay. 17b). Yesus dan Bapa akan hadir-dalam hidup para murid yang mengenal dan mengasihi Yesus. Barang siapa mengasihi Yesus, Bapa juga mengasihinya(ay.21, 23). Bukti hadirnya Roh Kudus dalam diri murid adalah kasihnya kepada Yesus dan ketaatannya dalam melakukan firman-Nya (ay.15, 21, 23-24). Itulah yang diajarkan dan ditunjukkan Yesus (ay.31). Dengan demikian orang yang sungguh-sungguh memiliki ketaatan yang didasarkan oleh kasih, digerakkan oleh kuasa Roh Kudus yang bersumber dari Allah sendiri untuk melakukan firmanNya.
Kasih Tuhan tak pernah berubah, namun zaman terus berubah bahkan berubah dengan sangat cepat. Kita sebagai orang-orang zaman sekarang ini perlu terus mencari cara-cara baru dan kontekstual untuk mewujudkan kasih kita kepada Tuhan Yesus. Zaman ini menantang dan mengancam kita dengan disrupsi (baca:pencabutan) nilai-nilai iman, keluarga dan kemanusiaan. Kekerasan dalam rumah tangga, penindasan terhadap sesama manusia; perusakan lingkungan hidup; pemberhalaan teknologi; dll. Mari terus terarah kepada kasih Yesus dan mengizinkan Dia mengisi serta menuntun langkah hidup kita. Sebagai murid-murid Kristus, selayaknyalah kita berdoa, "Ya Tuhan, biarlah Roh Kudus menolong aku mewujudkan kasihku kepada-Mu melalui ketaatanku di tengah keluarga, gereja, lingkungan sosial (sekolah, tempat kerja) dan alam." Soli Deo Gloria.
- Pdt. Adi Cahyono -







