Seorang pria diberikan hadiah oleh Tuhan seekor siput dan Tuhan berpesan agar pria ini berjalan bersama dengan siput itu. Siput ini berjalan sangat pelan dan pria ini menjadi tidak sabar. Pria berkata:” cepatlah jalan”, siput menyahut; “ aku sudah berlari dari tadi dan menjadi sangat lelah sekarang, sabarlah”. Pria itu berkata kepada Tuhan: “Tuhan mengapa Engkau memberi siput ini untuk berjalanan denganku.“. Tuhanpun menjawab:” nikmatilah perjalananmu.”. Pria inipun menghela napas dan menjadi kecewa. Pria itu duduk disebuah batu menunggu siput istirahat lalu matanya tidak sengaja memandang sebuah bunga kecil. berwarna putih diantara rumput-rumput liar. Pria itu lalu memperhatikan bunga kecil itu dan merasakan keindahannya. Sambil berjalan, mata pria itu memandang ke belakang ternyata banyak bunga-bunga kecil itu dan bunga-bunga lainnya. Sangat indah dan hati pria itu berubah menjadi gembira. Pria itu berkata:” siput, kau liat bungabunga itu?”, siput menjawab: “ aku lihat, aku lihat bunga-bunga warna- warni, menghirup wangi rumput-rumput, hangatnya sinar mentari, cerahnya langit. Sayang sekali kau melewatkan semua itu wahai manusia.
Bapak Ibu, hari yang kita jalani seringkali berjalan seperti mekanik atau mesin, berjalan secara cepat dan seperti tanpa henti sehingga kita menjadi lelah dan tidak punya waktu menikmati prosesnya. Mungkin kita perlu memberi kesempatan diri untuk melambatkan perjalanan hidup kita untuk merasakan proses dan semua anugerah yang Tuhan berikan. Seperti benih yang ditabur dan ditanam ada prosesnya untuk bertumbuh. Proses bertumbuh inilah yang bisa membawa kita pada ketakjuban kekuasaan Tuhan Allah. Betapa luar biasa dan indahnya karya-karya Allah dalam kehidupan kita setiap harinya. Ada proses membaharui dan menumbuhkan yang Tuhan Allah lakukan dalam hidup kita. Namun juga ada bagian diri kita yang harus kita lakukan, yaitu kesediaan untuk menjalankan perintah Allah dengan setia. Kesetiaan yang tidak hanya dalam status administratif dimata dunia namun juga kesetiaan menghidupkan Firman Allah dalam keseharian kita. Hal ini membutuhkan kesungguhan menjalankan dan kerendahan hati untuk diproses serta kepekaan dalam merasakan karya Allah dalam Roh Kudus. Sehingga kita tidak hanya berjalan, hidup saja namun bisa merasakan ketakjuban atas karya Allah dalam hidup.
Pertumbuhan atas kesetiaan akan terus bertumbuh bila kita bisa menikmati anugerah Allah dan merasakan setiap keindahan dalam hidup dalam setiap harinya. GBU. Solagracia
- Pdt. Ima F. Simamora -







