Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

Di hari-hari belakangan ini semakin marak media digital menampilkan para calon presiden dan partai-partai pengikutnya berseliweran di media sosial. Pendapatpendapat, video-video klip para bakal calon dan para pendukungnya semakin panas bahkan semakin menyudutkan satu dengan lainnya. Banyak upaya diusahakan dalam masa kampanye dari pemasangan spanduk di sepanjang jalan dari yang ukuran kecil sampai ukuran besar, membuat video-video singkat di media sosial sampai kampanye langsung di tempat-tempat strategis. Semua usaha untuk membuat bakal calon semakin terkenal dan memperlihatkan kehebatannya. Entah berita itu benar atau bohong yang penting bakal calon semakin terkenal dan hebat.

Persaingan yang terhebat antara bakal calon presiden berpengaruh dalam keseharian masyarakat bisa jadi dalam percakapan keseharian terjadi saling berusaha menonjolkan bakal calon presiden masing-masing. Aneh dan uniknya bisa saling berdebat dan selisih paham dan ngotot-ngototan bahwa bakal calonnya yang paling terbaik.

Hasrat untuk menjadi yang terbaik dan pemenang bisa menjadi dorongan yang dominan dalam hidup kita sebagai manusia. Hasrat yang bisa mendorong kita untuk menjadi yang terbaik dalam hal positif dengan motivasi menjadi berkat, berprestasi, membantu orang lain tetapi juga bisa membuat kita jatuh dalam keangkuhan dan kesombongan. Keangkuhan dan kesombongan yang membuat kita jauh dari harapan untuk menghadirkan kasih, pelayanan dan berkat bagi kehidupan. Hidup semakin individualis dan mementingkan diri sendiri sedangkan orang lain dipandang dan diberlakukan sebagai objek saja.

Hasrat untuk menjadi popular di dalam kehidupan inilah yang ditolak oleh Tuhan Yesus. Tuhan Yesus menolak untuk dibuatkan monumen dengan kemah bagi diri-Nya. Kemah yang mengingatkan betapa hebat peristiwa perubahan rupa Yesus dan perjumpaan Yesus dengan Elia dan Musa. Peristiwa yang penuh kemuliaan. Namun hal ini ditentang keras oleh Yesus karena akan membawa murid-murid-Nya pada bentuk ”berhala”. Yesus menginginkan agar para muridmuridNya dapat mengikutinya dalam kesetiaan kepada Allah Bapa dan mengabarkan Injil (damai sejahtera) kepada semua makhluk. Kesetiaan dalam perilaku yang terus mengerjakan kemuliaan dalam kebenaran dan kasih bagi semua makhluk bukan sekedar mengejar kemuliaan diri sendiri saja. – Sola Gracia.  


- Pdt. Ima F. Simamora -

Komunitasku, Keluargaku: Bersama, Bertumbuh, dan Berdampak

Sub Tema Tahun Pelayanan 2026 - 2027

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
Minggu Pukul 06.30 WIB
Minggu Pukul 09.00 WIB (Hybrid)
Minggu Pukul 17.00 WIB

Facebook GKI Delima

Download Buku HUT 40 Tahun

 

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian